Pilkades Serentak di Tuban Kisruh

pilkades glodok

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Pilihan kepala desa (Pilkades) secara serentak di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ricuh, Minggu (15/7/2013). Ratusan warga pendukung salah satu calon kepala desa (kades) Glodog, Kecamatan Palang memprotes pelaksanaan pilkades di desa setempat. Massa juga menghentinkan paksa pencoblosan yang tengah malam masih berlangsung.

Protes itu dilakukan oleh pendukung calon kades, Hariyanto. Massa pendukung calon kades nomor urut dua itu mengindikasi telah terjadi kecurangan yang dilakukan Panitia Pilkades Glodog. Yakni panitia dinilai lebih memprioritaskan para pendukung calon incumbent, Sudjianto, dengan melakukan pemanggilan lebih dari satu kali untuk mencoblos.

Pantauan suarabanyuurip.com, ratusan massa hingga sampai saat ini masih memenuhi balai desa setempat. Mereka sempat merusak Baliho yang bergambar calon kades Sudjiantodi depan balai desa. Selain itu massa juga menghentikan paksa pencoblosan atau pemungutan suara yang dilakukan panitia Pilkades.

“Pokoknya kami nggak terima, Panitia banyak melakukan kecurangan. Seolah memihak incumbent,” tegas Agus (27), salah satu tokoh pemuda Desa Glodog.

Baca Juga :   Gandeng Komunitas Disabilitas, Cantika Wahono Sampaikan Program Kartu Disabilitas Wahono - Nurul. Apa Saja Manfaatnya?

Agus menngungkapkan, protes ini dilakukan karena panitia tidak profesional dalam menyelenggarakan pelaksanaan pilkades. Dicontohkan, adanya pemanggilan pemilih yang lebih diprioritaskan kepada pendukung incumbent.

“Masak orang sudah antri sejak pukul 8 pagi tadi, itu jumlahnya ratusan, dan berasal dari keluarga dan pendukung calon yang bernama Hariyanto,” terang Agus dengan geram.

Massa bertambah kesal saat melihat beberapa orang pendukung dari calon kades incumbent yang dipanggil lebih dari satu kali untuk menggunakan hak pilihnya. Bahkan ada yang satu orang dipanggil antara 3 hingga 4 kali.

“Itu yang membuat kami lebih kesal, sudah ratusan suara dari kami yang hilang karena tak kunjung dipanggil. Tapi ini malah ada satu orang dipanggil beberapa kali,” tambahnya.

Sumber dari SuaraBanyuurip.com menyebut, kemungkinan besar pelaksanaan Pilkades ditempat ini akan ditunda. Pasalnya saat diteliti, mereka menemukan surat suara tinggal sedikit dan tidak mencukupi untuk pemilih yang belum menggunakan hak pilihnya. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *