Security yang Setia Menjaga Sumur Gondang

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Bekerja dengan berkawan sunyi dan sepi selama bertahun-tahun tak banyak membuat seseorang betah. Apalagi ditempat yang jauh dari perkampungan. Tentu kondisi itu sangat membosankan.

Namun tidak bagi Sudigno (28), seorang security di pekerjakan Joint Operating Body Pertamina PetroChina East Java (JOB P-PEJ) untuk menjaga sumur minyak Gondang I di Desa Balongwangi, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Meski sumur minyak itu telah tidak beroperasi lagi sejak 2006 silam, Sudigno tetap setia menjaga sejumlah fasilitas yang ada ditempat tersebut. Bersama beberapa rekan kerjanya, pria berpawakan tinggi tegap itu menjaga sumur tersebut secara bergantian 24 jam.

“Sejak sumur ini ditutup semua karyawan disini dipindah tugaskan,” kata Sudigno ketika ditemui suarabanyuurip.com, Selasa (15/7/2013).

Warga Desa Balongwangi ini menceritakan, dulu pada saat masih produksi banyak karyawan yang di tugaskan di Sumur Gondang. Selain itu juga banyak mobil-mobil tanki pengangkut minyak mentah berkapasitas 15 ribu liter yang keluar masuk.

Namun eksploitasi sumur Sumber hanya berlangsung setahun. Sebab produksi minyak yang dikelola JOBP-PEJ terus mengalami penurunan. Bahkan perhitungan perusahaan jika Sumur Gondang memiliki kandungan 400 – 500 barel tak tepat.

Baca Juga :   Kopwan Amalia Beromset Rp2,3 M

Saat dieksploitasi Sumur Gondang terus menurun menjadi 200 barel per hari (bph). Bahkan jumlah itu terus menyusut 70 bph dan menyentuh pada titik nadir yakni 7 bph. Karena alasan keeknomisan itulah akhirnya JOBP-PEJ menutup Sumur gondang I.

 “Sekarang tak ada lagi, tinggal alat-alat yang masih tersisa,” tutur Sudigno.

Sejak saat itulah Sudigno harus berkawan dengan sepi. Menjaga perlatan-peralatan dan sejumlah fasilitas yang masih menancap dilahan Sumur Gondang. Fasilitas yang mulai terbengkalai dan ditumbuhi rumput ilalang itu dia jaga siang dan malam. Karena bagaimanapun bentuknya lokasi Sumur Gondang merupakan obyek vital dan merupakan asset negara sehingga tak sembarang orang dapat masuk kedalam lokasi tersebut.

 “Namanya kerja mas. Dinikmati saja. Apalagi sekarang mencari pekerjaan sulitnya minta ampun, “ ujar Sudigno yang mengaku menjadi security mulai 2005saat Sumur Gondang beroperasi.

Dia mengaku tak mengetahui sampai kapan akan menjaga Sumur Gondang 1. Yang terpenting baginya setiap bulan ia memperoleh gaji sesuai upah minimum regional (UMR). Meskipun harus berteman dengan sepi dan sunyi. (tok)

Baca Juga :   Suparno Kolektor Benda Antik Dari Jati

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *