SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – PT. Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) belum bisa memastikan kapan akan mengerjakan proyek unitisasi sumur gas Jambaran – Tiung Biru (TBR) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Karena sampai saat ini belum ada pembeli gas jika kedua lapangan itu diproduksi.
Direktur Utama (Dirut) PEPC, Amril Thaib Mandailing, mengatakan, pengerjaan proyek sumur gas belum bisa dijadwalkan kapan akan dilakukan. Karena, dalam pengembangan lapangan Jambaran – TBR itu ExxonMobil merancang investasi besar. Jadi harga pun juga akan besar. Sehingga harus dilakukan proses perundingan yang matang. Â
“Gasnya belum ada yang beli, Mas. Pupuk beraninya agak sedikit dibawah kami. Jadi kapan proyek akan dikerjakan masih nunggu proses lebih lanjut,” ungkap Amril saat bertandang ke Bojonegoro beberapa waktu lalu dalam safari ramadan. Â
Meski demikian, dia menjelaskan, hingga saat ini proses perundingan terus dilakukan agar nantinya tidak ada yang saling dirugikan jika keputusan sudah disepakati. Termasuk kekuarangan yang perlu pembahasan dengan pemerintah.
“Masih digodok di Wapres dan kementerian Energi Sumberdaya Mineral (ESDM). Kami masih menunggu hasilnya,” terangnya.
Selain sumur mengembangkan sumur gas Jambaran-TBR, direncanakan PEPC juga akan menggarap sumur migas Alas Tua Barat (ATW) di Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.
“Insya Allah sumur ATW nanti kami yang mengang. Namun, belum keputusan final. Karena, masih dalam proses perundingannya,” jelas Amril.
Oleh karena itu, dia berharap dukungan semua pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar agar semua proyek yang PEPC kerjakan bisa berjalan lancar sesuai dengan harapan bersama. (sam)