9 Preman Tertangkap Operasi Pekat

umar dani

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan- Dalam seminggu ini Kepolisian Resort Lamongan, Jawa Timur gencar menggelar operasi Penyakit Masyarakat (pekat) guna menciptakan kondisi kondusif selama bulan ramadan.

“Operasi Pekat dilakukan sesuai instruksi Kapolres AKBP Solehan S.Ik untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada warga selama bulan ramadan,” kata Kabag Humas Polres Lamongan, AKP Umar Dami kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (25/7/2013).

Dalam operasi ini Polres menerjunkan 30 personilnya. Rinciannya, 15 personil dari sabhara, 2 anggota lantas, 6 personil reskim dan 4 anggota reskoba. Operasi yang dipimpin Kasubag Dal Ops AKP Handoyo dan Kasat Samapta AKP Suyanto itu menyisir sejumlah tempat yang disinyalir menjadi tempat mangkal preman yang sering meresahkan masyarakat.

Beberap sasaran yang dibidik diantaranya sejunlah kafe yang ada di Kota Lamongan. Dalam penyisiran yang dilakukan malam hari petugas tidak mendapatkan pengunjung yang membawa senjata tajam maupun narkoba.

Operasi kemudian dilanjutkan ke Pasar Agrobis Babat. Ditempat yang populer dengan kopi pangkon ini petugas berhasil menangkap 9 orang preman dan satu pasangan selingkuh bernama Tejo (32), asal Desa Plaosan, Kecamatan Babat dan Maysaroh (28) warga desa Lemahbang, Kecamatan Tikung, Lamongan. Mereka yang tertangkap kemudian diangkut dengan mobil Dalmas dan ditahan di Polres Lamongan.

Baca Juga :   Kehilangan Simpanan Rp60 Juta, Nasabah Aktif Laporkan BRI Kalitidu Bojonegoro ke Polisi

Dijelaskan Umar Dami selama melakukan operasi pekat, petugas menggunakan cara under cover yaitu dengan pakaian preman. Dengan cara ini diharapkan bisa lebih membawa hasil saat menangkap para preman.

“Kegiatan operasi pekat akan dijalankan seminggu dengan tempat operasi yang tidak terjadwal,” tandas Mantan Kapolsek Modo ini. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *