SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Sumartin, tertangkap basah mencuri di Rumah Sakit Islam (RSI) Lamongan, Jawa Timur rabu (24/7/2013) malam. Akibat perbuatannya itu, wanita asal Desa Ngablak, Kecamatan Lamongan, itu dipastikan bakal menikmati lebaran di dalam jeruji tahanan.
Informasi dari Mapolres, kejadian itu bermula saat tiga orang perawat RSI Lamongan yaitu Nur Qolifah, (24), warga Desa Geminingrejo, Kecamatan Tikung, Ikajati Asmara, (28), warga Desa Plosowahyu, Kecamatan Lamongan, dan Reni Dwi Kusuma Wardani, (19), mahasiswi yang sedang magang asla Desa Tambakploso, Kecamatan Turi yang sedang bertugas jaga, sekira pukul 19.30 melakukan kontrol pasien.
Ke tiga perawat itu meninggalkan tas bawaan mereka di meja kerjanya. Ditengah melakukan kontrol itu, sekira pukul 20.30 WIB, salah satu perawat kembali keruang kerjanya untuk mengambil suntikan. Namun alangkah terkejutnya perawat itu melihat Sumartin berada didalam ruangan sambil membawa tas plastik warna merah.
Merasa curiga, perawat itu mencoba menegur perempuan yang masih berusia 26 tahun. Namun Sumartin justru berusaha kabur. Melihat gelagat aneh, perawat itu kemudian berteriak.
Sontak saja, terikan itu didengar Muhajir, salah satu sekuriti rumah sakit setempat. Tanpa pikir panjang, petugas keamanan tersebut langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku di samping kamar bersalin.
Kemudian pelaku dibawa kepos penjagaan. Namun Sumartin terus mengelak. Tak kehabisan akal, Muhajir kemudian menggeledah tas plastik yang dibawa pelaku.
Hasilnya, didalam tas pelaku ditemukan ketiga tas milik ketiga perawat. Tas perawat itu masing-masing berisi 2 dompet berwarna hitam berisi uang Rp1.169.000, 3 STNK sepeda motor, 2 kontak sepeda motor dan beberapa buku penting.
Sumartin pun tak bisa mengelak. Dia kemudian digelandang ke Mapolres Lamongan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Pelaku saat ini sedang ditahan di Polres Lamongan,” tegas Kabag Humas Polres Lamongan, AKP Umar Dami. (tok)