BBS Akan Putus Kontrak IME

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) akhirnya melayangkan somasi kedua kepada mitra kerjanya, PT Inter  Media Energi (IME), kontraktor yang digandeng dalam pembangunan pabrik gas flare di Dusun, Plosolanang, Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro.

Somasi ke dua itu dilakukan karena setelah somasi pertama dilayangkan BBS pada 3 Juli 2013 lalu, PT IME belum juga memenuhi kewajibannya sesuai kesepakatan bersama.

“Kita sudah memberi waktu sampai akhir Juli 2013 ini, tapi rasanya sudah tidak mungkin jika diteruskan,” tegas Direktur Utama PT BBS, Deddy Afidick kepada SuaraBanyuurip.com, Jum’at (26/7/2013) malam.

Menurut Deddy, kesepakatan dan kewajiban yang harus dipenuhi IME diantaranya adalah membayar 2 persen dari nilai kontrak atau bank garansi jika belum bisa melaksanakan pembangunan atau kegiatan apapun.

“Namun sampai hari ini PT IME tidak memenuhi kewajiban-kewajiban untuk mengambil langkah selanjutnya dan menjalankan apa yang sudah diprioritaskan,” ungkap Deddy.

Hal itu, kata dia, sudah menunjukkan bila IME tidak mampu menjalankan proyek gas flare dengan baik. Sehingga BBS akan menunjuk mitra baru sebagai ganti IME. Sebab, meski sesuai target konstruksi dan operasional terlaksana dengan baik hingga akhir 2013, namun bukan jaminan PT IME bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Baca Juga :   Ini Alasan BBS Setor Minyak Mentah Gunakan Dua Road Tank

“Azas kepercayaan kami sudah semakin tipis. Kami akan lakukan tender lagi secara tertutup untuk mendapatkan rekanan yang lebih baik lagi,” tegas mantan Exsternal Relations Manager Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu ini.

Deddy menyatakan, somasi kedua yang dilayang itu adalah peringatan terakhir untuk IME dalam melaksanakan kewajiban. Karena itu bukan tidak mungkin BBS memutus kontrak kerja sama dengan IME dalam pembangunan pabrik gas flare dari lapangan migas Sukowati, Blok Tuban yang dikelola Joint Operating Body Pertamina PetroChina Eas Java (JOBP-PEJ).

“Kami sudah ada pengacara negara jika IME tidak terima. Karena selama ini IME selalu ingkar dan beberapa kali meleset dalam perencanaan,” tandas dia.

Dia menambahkan, dalam mencari rekanan baru pihaknya akan lebih selektif lagi dan harus menyanggupi menyelesaikan proyek gas flare sesuai waktu yang ditentukan.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *