SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Selama ramadan tahun ini jumlah pencurian kendaraan bermotor (Curanmor ) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, meningkat. Dalam sehari peristiwa curanmor terjadi dua kali.
Namun sampai saat ini polisi belum berhasil membekuk satupun pelaku curanmor. Maraknya aksi curanmor di Bumi Sunan Drajat ini telah menjadikan masyarakat resah.
Data dari Polres Lamongan sejak awal ramadan aksi curanmor yang terjadi yaitu di area parkiran Kantor Dinas Pertanian dan kehutanan Lamongan. Sepeda dinas milik Adnan Kohar Ali raib sekitar pukul 14.30 hilang digasak maling.
Disusul kejadian berikutnya, curanmor menimpa Wathon Abdul Salam. Motor honda beat, milik warga Desa Balonggesing, Kecamatan Sugio itu juga digasak pencuri. Kemudian curanmor juga terjadi di rumah Dr. Suwandi, Warga Desa Belangit, Kecamatan Lamongan. Motor matik yang diparkir diteras rumahnya juga raib dibawa kabur pencuri.
Selain melakukan aksinya di wilayah perkotaan, pencuri motor juga menyasar desa-desa pelosok. Kali ini yang baru saja menjadi korban adalah Ahmad Nur Ikhsan, warga Desa Blawi, Kecamatan Karangbinangun. Korban kehilangan sepeda motor Yamaha Yupiter No Pol S-3370-Ju seharga Rp8 juta yang diparkir ditepi jalan raya saat ditinggal ketambak.
Disinyalir aksi curanmor masih banyak, namun korban enggan melaporkan ke pihak kepolisian.
Kabag Humas Polres Lamongan, AKP Umar Dami dikonfirmasi SuaraBanyuurip.com, Sabtu (27/7/2013), menolak maraknya aksi curanmor di Lamongan karena kelengahan polisi. Karena tanggungjawab keamanan kendaraan bukan hanya pada polisi, namun pemilik kendaraan dan masyarakat.
“Kita terus memburu para pelaku curanmor,” tegas Umar Dami.
Untuk menekan aksi curanmor diwilayahnya, lanjut Umar Dami, pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Diantaranya adalah menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati dalam memarkirkan kendaraannya melalui spanduk maupun benner ditempat-tempat strategis. Selain itu Polres Lamongan juga telah membentuk tim khusus yang ditempatkan dititik-titik keramaian.
“Petugas membaur dengan masyarakat luas dengan pakaian preman. Ini merupakan bagian untuk membekuk pelaku curanmor,” ujarnya.(tok)