SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Kiswanto, (19), warga Desa Jarirejo, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, harus pasrah motornya di rampas oleh orang yang tak kenal berseragam tentara.
Data dari Polres, perampasan motor milik pelajar SMK oleh orang yang diduga oknum tentara itu terjadi di Stasiun Pengsisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kalikapas, Lamongan, Minggu (28/7/2013). Saat itu korban bersama temannya, Heru berboncengan menuju kearah kota. Sesampainya di tempat kejadian perkara, korban berencana mengisi bensin. Saat itulah dua orang mendatangi korban. Satu orang diantara pelaku berambut cepak bertubuh tegap itu menggunakan seragam dinas tentara dengan atribut lengkap.
Pelaku yang berseragam tentara itu tiba-tiba langsung menghardik dan menuduh korban telah menganiaya adiknya. Korban yang ketakutan berusaha membantah bahwa dirinya tidak pernah berkelahi apalagi menganiaya orang lain. Namun alasan itu tak digubris pelaku.
Oknum tentara itu terus membentak-bentak dirinya. Karena dianggap tidak mau mengaku, akhirnya pelaku memaksa korban untuk dipertemukan dengan adiknya. Korban yang dalam tekanan akhirnya menuruti ajakan pelaku.
Tak hanya itu, dengan alasan agar korban tidak kabur, pelaku kemudian membawa motor korban dan membonceng  korban. Pelaku kemudian membawa korban berputar-putar di sekitar Alun-alun Lamongan.
Sesaat kemudian, sesampainya di tempat sepi, pelaku memaksa dua  korban yang dibonceng untuk turun dan membawa kabur motor Suzuki Ninja seharga Rp36 juta.
Merasa menjadi korban perampasan, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lamongan.
Kasubag Humas Polres Lamongan dikonfirmasi SuaraBanyuurip.com, Senin (29/7/2013), membenarkan kejadian itu.
“Modus perampasan seperti ini sudah sering terjadi. Kami mengharapkan masyarakat untuk tidak terpedaya, “ kata Umar Dami sambil menerangkan petugas masih memburu pelaku. (tok)