Komitmen Pertamina EP Hijaukan Lingkungan

PEP

Kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian terpenting perusahaan ini. Bersama para pecinta lingkungan Pertamina EP menghijaukan pantai Tuban. 

PEMBERDAYAAN lingkungan dinilai PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP) Asset 4 sebagai hal terpenting di luar kinerja bisnis. Untuk itulah perusahaan yang diantaranya mengelola sumur minyak di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur ini berkomitmen menghijaukan bibir pantai utara (Pantura) Tuban. 

Setidaknya telah ada sebanyak 20.000 pohon ditanam di kawasan pantai Mangrove Center Tuban (MCT) di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Tuban. Puluhan ribu pohon yang mempunyai habitat di kawasan pantai tersebut, ditanam oleh Pertamina EP bersama stakeholder, dan pecinta lingkungan beberapa waktu lalu.

Setidaknya melalui penanaman pohon yang disebar sepanjang pantai Tuban tersebut, perusahaan milik negara ini berupaya menyelamatkan pantai. Paling tidak menangkal terjadinya abrasi yang belakangan mengancam permukiman warga di kampung-kampung nelayan Tuban. Sentra aktivitasnya dimulai dari MCT.

“Kami berkomitmen untuk tumbuh bersama lingkungan,” kata Direktur Eksplorasi dan Penemuan Cadangan Baru, Pertamina EP, Doddy Priambodo, saat ditemui di MCT.

Doddy menambahkan, dalam kegiatan lingkungan tersebut pihaknya mengajak sejumlah pihak dari luar perusahaan. Diantaranya, sejumlah instansi pemerintah, perusahaan, lembaga, dan perwakilan dari masyarakat, serta sejumlah lembaga profesi.

“Pohon tersebut akan ditanam bersama para stakeholder, pemerintah daerah, dan perwakilan dari masyarakat di Tuban,” kata Doddy.

Khusus untuk penanaman pohon di sentra mangrove Tuban ini sebanyak 15 ribu pohon terdiri dari tanaman mangrove, dan 5 ribu pohon lainnya berupa cemara laut. Ribuan pohon yang kelak diharapkan mampu menghijaukan pantai di Bumi Ranggalawe ini, ditanam menyebar di titik-titik tertentu yang dinilai rawan abrasi akibat gerusan air laut.

Untuk melestarikan lingkungan hidup di sekitar daerah operasinya, Pertamina EP memiliki komitmen untuk melakukan penanaman 1.000 pohon untuk satu sumur pemboran. Pada tahun 2013 ini Pertamina EP menargetkan untuk bisa menanam 200.000 pohon di seluruh Indonesia. Khusus di wilayah operasi Aset 4, Pertamina EP menargetkan penanaman 40.000 pohon hingga akhir tahun 2013. Sebelumnya, pada tahun 2012 perusahaan telah melakukan penanaman sebanyak 199.128 pohon untuk penghijauan. Pohon-pohon tersebut telah ditanam di seluruh eksplorasi dan produksi yang dikelolanya di seluruh Indonesia.

Baca Juga :   PPSDM Migas dan BPH Migas Adakan Pelatihan FEED Proyek Pipa Gas

“Pohon-pohon tersebut telah ditanam untuk penghijauan. Pada wilayah operasi yang dikelola perusahaan,” tandasnya.

Sedangkan Bupati Tuban, H Fathul Huda, menyatakan, Pemkab Tuban meminta semua industri yang masuk wilayah Tuban mengikuti jejak Pertamina EP, dalam menjaga lingkungan hidup. Termasuk melakukan penanaman pohon seperti yang dilakukan Pertamina EP tersebut.  

“Menjaga lingkungan bumi wajib dilakukan semua manusia. Baik itu dari sisi nasionalisme, negara, dan agama,” tegas Fathul Huda yang memimpin Satuan Kerja (Satker) Pemkab Tuban di sela-sela menanam pohon bersama Pertamina EP di MCT. 

Terlebih lagi, tambah Bupati Huda, mengingatkan bumi yang saat ini kita pijak diperkirakan  telah berusia 6 milyar tahun. Kondisinya semakin padat dihuni manusia, dan berbagai jenis makhluk ciptaan Tuhan yang lain.

“Menjaga lingkungan wajib bagi semua. Seperti halnya kita harus mempertahankan keberadaan air menjadi wajib, sebab tanpa itu kita tidak akan bisa hidup,” jelas Huda.

Mantan Ketua PCNU Tuban ini sempat mengungkapkan kekecewaannya, karena Tuban gagal dalam meraih piala Adipura Kencana pada tahun ini. Padahal saat ini banyak sekali industri besar di Tuban.

Mestinya keberadaan industri bisa dirasakan manfaatnya. Selain untuk menciptakan lowongan kerja bagi warga masyarakat, meningkatkan perputaran roda ekonomi, serta mampu memberi andil dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. 

“Ketika masuk Tuban mereka minta agar diperlakukan layaknya warga sendiri. Jadi kita minta agar tanggung jawab menjaga lingkungan dipikul seperti layaknya warga sendiri,” kata Fatkhul Huda mengingatkan.

Dia ingatkan, supaya semua perusahaan di Tuban melakukan penanaman pohon seperti ini. Tidak hanya sebatas melakukan hal ini berdasar ceremonial belaka, tapi juga diharuskan untuk melakukannya secara nyata. Supaya pelestarian alam benar-benar bisa dilakukan di Tuban.

“Jangan sampai pelestarian lingkungan hanya sekadar ceremonial, tapi harus dalam tindakan nyata seperti ini (yang dilakukan Pertamina EP-Red). Apalagi pada waktu pemeliharaan tanaman yang telah ditanam,” kata bupati yang berasal dari kalangan Nahdliyin ini.

Ditemui secara terpisah, aktivis lingkungan yang juga pengelola dan pendiri MCT, Ali Mansur, menyatakan, pihaknya berharap pada semua perusahaan besar yang melakukan eksploitasi untuk konsisten menjaga alam. Hal itu harus dilakukan mengingat saat ini kerusakan alam sudah semakin menjadi-jadi. Tentunya akan berpengaruh pada ekosistem yang ada.

Baca Juga :   Kawasan Sumur Tua Jadi Destinasi Wisata

“Kita harus sedia payung sebelum hujan. Sebelum benar-benar parah, kita harus lakukan penanaman supaya kerusakan lebih parah bisa dicegah,” kata Ali Mansur, kepada Suara Banyuurip.

Dia akui, selain aktivitas yang telah dilakukan Pertamina EP seperti ini, minat besar untuk penghijauan masih didominasi justru oleh perusahaan yang tidak bersinggungan langsung dengan alam. Salah satu contohnya adalah perusahaan perbankan, dan koperasi. Untuk itu akan lebih baik, apabila realisasi kegiatan banyak dikonsentrasikan pada wilayah ini.

Terkait agenda yang dilakukan MCT dengan Pertamina EP, Mansur mengatakan, telah membuat semacam komitmen dengan perusahaan agar kegiatan penanaman ini bisa dilaksanakan secara terus menerus. Serta perusahaan melakukan ini memang benar atas panggilan nurani, sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan.

Agar lebih efektif, dia sarankan, apabila akan melakukan penanaman pohon. Perusahaan hendaknya menggandeng komunitas atau masyarakat pemerhati lingkungan, karena mereka yang lebih tahu mengenai penanaman hingga perawatan tanaman tersebut. Baik itu komunitas-komunitas seperti dirinya, atau komunitas pemerhati lingkungan yang ada di Tuban lainnya.

Mansur menambahkan, pihaknya meminta agar bersama-sama dalam melakukan pengawasan bersama terkait bibit yang sudah ditanam. “Kemarin bibit yang dari Pertamina EP sudah kita tanam juga di kawasan Desa Jenu, dan Desa Tasikharjo di Kecamatan Jenu. Semuanya sejumlah 20 ribu bibit pohon mangrove, dan cemara laut,” terangnya.

Dalam gerakan kegiatan peduli lingkungan dari Pertamina EP tersebut, diikuti Bupati Tuban dan perwakilan Muspida Tuban, SKK Migas, tokoh masyarakat. Termasuk puluhan jurnalis dari media cetak dan elektronik dari wilayah Tuban, Bojonegoro, Blora, dan Surabaya. Serta puluhan pelajar dari Bojonegoro, perwakilan organisasi masyarakat, di Tuban. (edy purnomo)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *