SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Sekitar 25 warga Desa Kuniran, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menghentikan truk tangki milik kelompok masyarakat (Pokmas) yang kerja sama dengan Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Aset-4, untuk pengangkut minyak dari sumur Tiung Biru (TBR) menuju Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Senin (29/7/2013).
Dari pantauan di lapangan menyebut, aksi warga itu dilakukan di jalan poros Kecamatan Purwosari-Tambakrejo, Bojonegoro tepatnya di wilayah Desa Kuniran yang merupakan akses utama masuk lokasi sumur minyak TBR. Akibat aksi tersebut, 8 unit tanki berkapasitas 5 ribu liter yang dikelola kelompok masyarakat (Pokmas) desa sekitar tidak bisa berjalan, dan terpaksa harus parkir di pinggir jalan.
Warga Kuniran, Latif, mengatakan, penghentian road tank itu lantaran pokmas yang dipercaya untuk mengkoordinir pengangkutan minyak tidak transfaran, dan tidak konsisten. Karena, mobil tangki milik warga Kuniran tidak dilibatkan.
“Sebelum warga kuniran belum punya mobil tangki memang tidak masalah sementara memakai mobil tangki milik warga Kalisumber. Namun, setelah ada yang punya harus diganti milik warga Kuniran. Tapi ternyata, pokmas mengingkari. Hingga saat ini tidak diganti,” kata Latif ditemui di lokasi penghadangan.
Dia jelaskan, warga Kuniran tidak ada niat untuk menghambat proses road tank milik PEP Aset 4 dalam mengangkut minyak dari lokasi TBR tersebut. Hanya saja, minta pertanggungjawaban dari Pokmas yang mengelola 8 road tank desa sekitar.
“Yang kita hentikan 8 unit mobil tanki yang ditangani Pokmas saja, Mas. Karena, warga Kuniran sudah ada yang punya mobil tanki tidak direkrut oleh Pokmas sesuai dengan kesepakatan awal. Sedangkan, untuk milik CNG dan BMA kita biarkan lolos,” terangnya.
Sekedar diketahui, meski warga melakukan aksi penghentian 8 road tank. Namun, arus lalu-lintas Purwosari-Tambakrejo yang menuju lokasi sumur minyak TBR tetap berjalan lancar.(sam)