SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Pengawasan peredaran Makanan dan Minuman (Mamin) menjelang lebaran diperketat. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpa) Kabupaten Tuban, Farid Achmadi, Kamis (1/8/2013).
Hal itu dilakukan salah satunya dengan melakukan penyisiran, kepada sejumlah penjual Mamin di Tuban. Terlebih kepada penjual makanan olahan yang rentan habis masa kadaluarsa, juga sejumlah makanan yang tidak disertai dengan ijin yang berlaku.
“Razia ini memang rutin kita lakukan. Tapi karena mau lebaran, jadi kita juga lebih perketat pengawasan dengan razia secara bertahap dan terus menerus,†kata Farid, kepada SuaraBanyuurip.com, saat berada disalah satu sentra oleh-oleh khas Tuban, Jalan Re Martadinata, Tuban.
Farid menambahkan, menjelang lebaran dipastikan makanan yang masuk ke Tuban semakin banyak. Karena meningkatnya konsumsi dan kebutuhan saat hari raya mendatang. Sehingga berpotensi banyaknya Mamin yang kurang layak, dan dijual kepada masyarakat.
“Drop Mamin dari luar saat lebaran sekarang banyak, itu berpotensi pada lolosnya pengawasan Mamin yang kurang layak,†katanya menambahi.
Menurutnya pengetatan pengawasan perlu dilakukan. Agar kenyaman konsumen, khususnya masyarakat Tuban tejamin. Disamping juga meminta kepada pemilik usaha. Untuk membantu pemerintah dalam melakukan pengawasan Mamin yang tidak layak jual.
“Pemilik usaha juga kami minta agar membantu pengawasan,†katanya.
Sementara itu dalam razia, petugas masih mendapati sejumlah makanan yang tidak layank konsumsi. Seperti adanya beberapa bumbu instan yang hampir habis kadaluarsanya. Serta adanya beberapa makanan yang disertai dengan bahan yang tidak sesuai dengan standart kesehatan. (edp)