SuaraBanyuurip.com -Â Â Edy Purnomo
Tuban – Pasar tumpah, atau pasar yang aktifitasnya berada dipinggir jalan, menjadi ancaman bagi kelancaran lalu lintas di Jalur Pantura di wilayah Tuban, Jawa Timur. Hingga saat ini, sedikitnya ada 4 pasar tumpah yang berada di sepanjuang jalur Pantura wilayah tersebut.
Pasar-pasar tersebut diantaranya adalah Pasar Desa Beji, Kecamatan Jenu, Pasar Desa Glondoggede Kecamatan Tambakboyo, Pasar Desa Tambakboyo Kecamatan Tambakboyo, serta Pasar Kecamatan Bancar.
Selama ini, aktifitas pasar yang tepat dipinggir jalan menambah daftar kemacetan lalu lintas di Pantura. Terlebih pada saat jam-jam aktif, yaitu antara pukul 06.00 WIB hingga 13.00 1WIB. Dimana pada waktu itu warga melakukan aktifitas jual beli dengan sedikit memakan bahu jalan.
Selain itu, banyak juga motor yang terparkir dipinggir jalan. Sehingga diharuskan kepada pemudik atau siapapun yang melintas di jalur Pantura untuk mengurangi laju kendaraanya.
“Tidak semua pedagang bisa beraktifitas didalam pasar yang semakin penuh,†ungkap Tarminah (44), seorang warga di Pasar Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, Tuban.
Tarminah mengungkapkan, kalau kondisi pasar setempat sudah tidak bisa menampung aktifits warga dalam jual beli. Sehingga karena keterbatasan lahan, mereka kemudian beraktifitas hingga meluber dan nyaris memakan bahu jalan.
Menanggapi hal ini, Kapolres Tuban, AKBP Ucu Kuspriyadi, mengungkapkan hal ini sudah menjadi perhatian dari petugas kepolisian. Dia meminta, kepada anggotanya yang ada dilapangan untuk mengatur lalu lintas di masing-masing pasar tersebut.
“Utamannya kepada warga. Kami akan coba atur parkir kendaraan yang ada disekitar pasar, supaya tidak terjadi kemacetan,†tandasnya.
Sementara untuk pasar Tumpah yang ada di Jalur Deandles lama, yaitu Pasar Desa Karangagung, Kecamatan Palang, saat ini sudah tidak berpengaruh pada kondisi lalu lintas. Karena semua pedagang sudah ditempatkan di lahan yang lebih luas sejak tahun kemarin.(edp)