SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Menjelang perayaan lebaran, tepatnya H-2, aktifitas proyek sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu yang dioperatori Mobil Cepu Ltd (MCL) mulai sepi kegiatan. Hanya terlihat petugas Security (Satpam) yang bertugas di pos jaga masing-masing, dan mobil patroli mereka sesekali lewat melalui akses road yang merupakan pintu utama masuk lokasi proyek Banyuurip.
Hal itu, seperti yang terjadi di proyek kampung tunnel di Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur, Selasa (06/08/2013).
Dari pantauan di lokasi proyek menyebut, sepinya aktifitas proyek juga berimbas pada pembuka warung kopi (warkop), dan makanan ringan di sekitar proyek kampung Tunnel mayoritas juga tutup. Dari total 10 warkop yang berderet di pinggir jalan desa setempat itu hanya satu warkop yang masih buka. Karena, penjualnya adalah warga setempat.
Salah satu pemilik warung, Sarni, mengatakan, sudah sekira tiga hari ini aktifitas proyek mulai menurun tidak seperti biasanya. Dimungkinkan karena mudik menjelang lebaran.
“Sepinya aktifitas proyek ini mungkin para pegawainya pada pulang mau lebaran, Pak,” kata Sarni, saat ditemui di warungnya.
Warga Desa Bonorejo itu mengaku, sepinya aktifitas proyek juga berpengaruh pada penghasilan yang diperolehnya. Karena, biasanya satu hari bisa mendapatkan hasil Rp300.000 sampai Rp400.000 lebih, saat sepi seperti ini bisa mendapatkan hasil Rp200.000 saja susah.
“Tidak masalah, Pak. Rejeki kita syukuri saja. Karena Allah SWT maha adil dan maha segalanya. Lagi pula juga mau lebaran, dan mungkin setelah lebaran juga akan ramai lagi,” imbuhnya.
Senada diungkapkan, Yatin, penjual kopi dan makanan ringan lainnya. Dia mengaku dalam bulan puasa ini memilih tidak jualan disiang hari. Selain, tenaga kerja yang biasa marung berkurang juga menghormati bagi orang yang sedang menjalankan ibadah puasa.
“Saya memilih jualan dimalam hari saja, Mas. Meski penghasilan menurun tidak seperti buka siang malam yang hasilnya lumayan cukup buat kebutuhan sehari-hari,” sambung wanita yang juga warga Desa Bonorejo tersebut. (sam)