25 Kali Rukyah Tak Pernah Lihat Bulan

rukyah di tuban-2

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Dalam kurun 25 tahun terakhir dan selama 25 kali dilakukan ritual rukyah hilal (melihat bulan) utuk menentukan awal bulan Syawal di Pelabuhan PT Semen Indonesia Tbk (PT SI) di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur tak sekalipun bisa melihat bulan.

“Seingat saya sudah 25 kali kita melakukan rukyah hilal i pelabuhan semen ini, tak pernah melihat bulan,” kata Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban, Leksono, dalam sambutannya di saat rukyah hilal di Pelabuhan PT SI, Rabu (7/8/2013) petang.  

Untuk itulah Kantor Kemenag Tuban meminta masukan dari warga, agar bisa mencari lokasi baru untuk melakukan kegiatan penting dalam menentukan akhir puasa Ramadhan tersebut.

Menurut Leksono, pihaknya pernah mencoba lokasi di puncak bukit di Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan, Tuban namun tak berhasil dipakai kegiatan rukyah. Dalam testimoni di Grabagan selama 10 menit matahari sebelum terbenam sudah tidak kelihatan.

“Dalam kondisi demikian tak mungkin lokasi tersebut dipakai rukyah hilal, karena matahari sebelum tenggelam saja sudah tak terlihat,” kata Leksono.

Baca Juga :   "Mbah Noto Mau Pergi dengan Saya Ke Jepara"

Terkait hasil rukyah yang gagal melihat bulan di pelabuhan PT SI tersebut, pihak Kemenag Tuban memutuskan untuk penetapan lebaran, menunggu hasil sidang Isbat yang dilakukan Kemenag di Jakarta.

“Di Tuban, hasilnya tak bisa melihat bulan. Kita menunggu saja keputusan pemerintah dalam sidang isbat,” kata Leksono. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *