5 ribu Pemuda Bojonegoro Akan Dilatih Bidang Perminyakan

SuaraBanyuurip.com – D Suko

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur akan memfokuskan peningkatan sumber daya masyarakat (SDM) agar dapat terlibat secara maksimal dalam kegiatan industri migas di wilayahnya.

Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan dan keterampilan untuk mendukung industri migas kepada pemuda usia produktif. Seperti pengelasan, pemipaan, listrik, dan perancah pipa.

“Tahun ini kita rencanakan 5000 orang untuk diberikan pelatihan,” kata Bupati Bojonegoro, Suyoto kepada suarabanyuurip.com.

Suyoto menerangkan, untuk melaksanakan pelatihan itu pihaknya akan menggandeng operator maupun kontraktor yang terlibat dalam proyek migas, serta pusat pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat) Migas Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Hal itu seperti yang pernah dilakukan Pemkab Bojonegoro dengan El Nusa, salah satu kontraktor yang melakukan seismik tiga dimensi (3D) Blok Nona.

Sistim pembiayaan pelatihan itu, lanjut dia, bisa dilakukan dengan cara patungan atau ditanggung perusahaan melalui program coorporate social responsibility (CSR).

“Kalau perlu nanti juga melalui dana APBD. Pokoknya kita suport agar anak-anak Bojonegoro memiliki daya saing di bidang perminyakan,” tegas Suyoto.

Baca Juga :   Camat Minta LSM dan Kelompok Serius

Menurut Ketua DPW PAN Jatim ini, jika para pemuda Bojonegoro dapat bekerja di bidang perminyakan sama halnya dengan memberikan warisan lahan pertanian yang luas. Sebab selama ini tanah persawahan yang digarap masyarakat luasnya sangat terbatas.

“Jadi bagi mereka yang sawahnya terbatas harus dicarikan solusi dalam bentuk yang lain. Yakni bekerja di bidang perminyakan,” tegas Suyoto.

Dengan begitu, tambah Suyoto, anak-anak Bojonegoro nantinya dapat menjadi mobilitas vertikal bagi keluarganya keluar dari kemiskinan.

Sekedar diketahui, selain proyek minyak Blok Cepu yang saat ini tengah berlangsung, di Kabupaten Bojonegoro juga akan dilaksanakan proyek Gas Cepu. Dengan pelatihan dan keterampilan itu diharapkan nantinya warga Bojonegoro tidak hanya bekerja sebagai tenaga unskil (tenaga kerja kasar).(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *