SuaraBanyuurip.com -Â Sasmian Sasongko
Bojonegoro – Hingga lebaran ke empat (H+3) aktifitas proyek pengembangan produksi puncak sumur minyak Blok Cepu masih lengang. Seperti yang terlihat di proyek engineering procurement and constructions (EPC)-2 Banyuurip yang dikerjakan PT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT) – PT. Kelsri, tepatnya di wilayah Desa Jelu, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur, Minggu (11/08/2013).
Dari pantauan menyebut, belum ada aktifitas pekerja di proyek pipanisasi yang dilakukan oleh PT IKPT-Kelsri. Hanya petugas Security yang sedang beraktifitas jaga lokasi di Desa Jelu.
Saat ini pipanisasi 20 inci sepanjang 72 kilo meter yang dilaksanakan baru tahap penyambungan. Pipa tersebut berfungsi untuk mengalirkan minyak mentah dari sumur Banyuurip sebesar 165 ribu barel per hari (bph)di Desa Mojodelik hingga bibir Pantai Palang, Tuban.
Padahal sesuai kontrak aktif antara IKPT – Kelsri dengan Mobil Cepu Limited (MCL), operator Migas Blok Cepu, habis pada akhir Agustus 2013 ini.
Seorang warga Desa Jelu, Tulus, mengatakan, sejak sebelum lebaran kemarin hingga saat ini belum ada aktifitas pengerjaan proyek penyambungan pipa tersebut.
“Hingga saat ini IKPT belum mulai pekerjaanya lagi, Mas. Hanya Security saja yang sedang berjaga dilokasi. Sementara kapan akan dimulai lagi saya tidak tau,” kata Tulus kepada www.suarabanyuurip, Minggu (11/08/2013).
Dikonfirmasi terpisah melalui pesan pendek, hubungan masyarakat (Humas) PT IKPT, Soenarto, terkait kapan proyek pipa Blok Cepu dimulai, belum memberikan jawaban hingga berita ini diterbitkan.
Sebelumnya, pihak IKPT menyatakan proyek pipa Blok Cepu itu hanya akan libur dua hari pada Lebaran Idul Fitri ini.(sam)