SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Riyan Kurniawan (17), pemuda asal Dusun Gowah, Desa Blimbing, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Medika Mulia Tuban. Pemuda ini menjadi korban bentrokan yang terjadi antara sejumlah massa dari Front Pembela Islam (FPI) dengan warga setempat tadi malam, Senin (12/8/2013).
Ryan mengalami luka bacok sangat parah pada bagian kepala belakang. Selain itu dua jarinya terputus, dan luka memar disejumlah badan akibat hantaman benda tumpul. Akibatnya kondisi korban hingga sekarang ini kritis dan tidak sadarkan diri.
Pengakuan ibu korban, Muniroh (38), kejadian tersebut berawal saat korban ingin mengantarkan pulang temannya usai minum kopi. Namun saat melintas di tempat kejadian perkara (TKP), korban yang naik motor tiba-tiba dihadang sejumlah warga di pertigaan desa. Ryan kemudian dikeroyok hingga pingsan.
“Dia itu pamitnya mau ngopi, saat pulang dihadang sejumlah warga dipertigaan desa. Mungkin karena dikira anggota FPI, kemudian langsung diserang,” jelas Muniroh.
Muniroh baru tahu anaknya menjadi sasaran amukan orang setelah didatangi seseorang. Dimana orang tersebut telah membawa pemuda ini ke PKU Muhammadiyah Paciran.
“Karena lukanya parah, kemudian di rujuk kesini (RS Medika Mulia Tuban-Red),” tambahnya.
Muniroh mengaku, tidak tahu menahu siapa yang membacok anaknya. Hanya saja selama ini anaknya memang pernah bekerja di orang yang menjadi anggota FPI. Sehingga banyak warga yang menyangka dia adalah anggota FPI.
“Saya tidak tahu siapa yang membacok. Tadi saat masih sadar dia mengatakan banyak orang dan memakai topeng. Anak saya tidak pernah terlibat di FPI, jadi ini pasti salah sasaran,” katanya.
Sebelumnya, anggota FPI dan warga Desa Blimbing terlibat bentrok tadi malam. Saat ini sejumlah orang telah diamankan petugas kepolisian untuk disidik. Bentrokan ini juga yang memicu pengeroyokan Ryan, oleh sejumlah orang karena dianggap sebagai salah satu anggota dari FPI.(edp)