SuaraBanyuurip.com -Â Ali Musthofa
Blora – Â Memasuki musim arus balik lebaran Idul Fitri tahun ini tarif bus jurusan Blora tujuan Jakarta melonjakan tajam. Tak tanggung-tanggung kenaikan harga tiket itu mencapai 100 persen untuk semua jenis biro perjalanan bus. Sedangkan untuk jurusan kota-kota besar lainnya masih normal.
Bila harga tiket dihari-hari biasanya untuk tariff Cepu-Jakarta mulai dari Rp 120.000 hingga Rp 175.000. Namun saat ini tarifnya meningkat menjadi Rp 225.000 per penumpang.
Dari pantauan, meski naik seratus persen, namun lonjakan penumpang masih terlihat di Terminal Cepu, Terminal Blora, dan Ngawen. Kepadatan arus balik ini diperkirakan hingga akhir bulan agustus ini.
Ditengarai, kepadatan pemudik yang hendak balik ini dimanfaatkan oleh para biro perjalanan untuk menaikkan tarifnya hingga 100 persen.
â€Mau naik kereta api sudah kehabisan tiket. Ya adanya cuman bus, mau gimana lagi,†ujar Yuni, calon penumpang asal Cepu yang hendak balik ke Jakarta.
Sedangkan untuk jurusan kota besar lainnya, kondisinya normal saja. Hal itu seperti yang disampaikan oleh Petugas Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal Cepu, Bunawan. Dia menyatakan, sejak Senin (12/8/2013) kemarin, penumpang jurusan non Jakarta tidak alami lonjakan penumpang
Berdasarkan data yang dihimpun, puncak arus balik di Terminal Cepu terjadi pada Minggu  (11/8). Saat itu 74 bus yang beroperasi di Terminal Cepu mengangkut sebanyak 1.987 penumpang. Bus tersebut trayek Cepu-Surabaya, Cepu-Ngawi, Cepu-Semarang, Cepu-Malang dan Cepu-Sulursari.
Untuk bus jurusan Cepu-Jakarta saat arus balik ini ada delapan bus yang beroperasi selama lebaran ini. Bus tersebut rata-rata mengangkut sebanyak 400 orang penumpang.
‘’Tidak ada penambahan bus trayek Cepu-Jakarta. Bus yang ada cukup untuk mengangkut penumpang,’’ ungkap Bunawan.(ali)