Pengentasan Kemiskinan Bukan Tanggung Jawab Operator

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Masih banyaknya angka kemiskinan di desa ring 1 lapangan Banyuurip, Blok Cepu, dan lapangan Sukowati, Blok Tuban seharusnya menjadi perhatian utama baik Pemkab Bojonegoro, maupun Mobil Cepu Ltd (MCL) operator Blok Cepu, dan Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) sebagai operator Blok Tuban.

“Kesejahteraan masyarakat sekitar pertambangan bukan hanya tanggung jawab Pemkab saja, tetapi juga operator,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial Kabupaten Bojonegoro, Adi Wicaksono, Rabu (14/8/2013).

Dia tambahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi ulang untuk memantau sejauh mana program Corporate Sosial Responbility (CSR) yang dijalankan operator selama ini. Diagendakan rapat evalusi Tim Optimalisasi dalam kurun dua minggu sekali, karena saat ini memang masih banyak kegiatan dinas.

Terpisah Publick and Goverment Affair Manager MCL, Rexy Mawardijaya, mengungkapkan, pihaknya tidak memiliki tanggung jawab untuk mengentaskan kemiskinan. Akan tetapi memberikan program CSR bagi masyarakat di ring 1. Program ini bertumpu pada tiga pilar program pengembangan yaitu pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi.

Baca Juga :   Proyek Pipa Gas Gresem Rusak Lingkungan

” Untuk pendidikan, MCL pernah melakukan program peningkatan kapasitas guru TK dan Paud, tetra-tetra (pelatihan guru dan kepsek SMP dan SMA), vocational training (pelatihan bagi pelajar lulusan SMA),” imbuhnya.

Sementara untuk kesehatan, pihaknya memberikan  program air bersih, pelatihan bidan desa, pelayanan kesehatan, mobil kesehatan keliling, dan sebagainya. Sedangkan untuk pengembangan ekonomi, diantaranya, pendirian koperasi wanita, dan pemuda Bojonegoro, pelatihan untuk Karang Taruna dan banyak lagi.

“Hanya saja, kami memberikan program tersebut menggandeng mitra kerja, sementara sasaran program ya untuk warga sekitar proyek,” tandasnya.

Sedangkan Field Administrasi Superintendant JOB P-PEJ, Hananto Aji, mengungkapkan, program CSR sudah sejak dulu diberikan, namun untuk data RTSM pihaknya tidak punya dan tidak ada akses.

“Kedepan akan kita cari program yang benar-benar menyentuh. Tetapi, ini juga tidak mudah dikerjakan karena selalu ada resistensi dari warga di luar sasaran yang jumlahnya banyak,”sergahnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *