Mantan Preman yang Kini Jadi Kontraktor

TERUS BELAJAR : HR saat berada di lokasi pekerjaan pembangunan atap baja ringan di proyek EPC-1 Banyuurip.

SuaraBanyuurip.comDidik-Edi

Siapapun tak bisa menebak takdir seseorang. Sekalipun mantan preman yang memiliki masa lalu kelam, jika Sang Pencipta menghendaki apapun bisa terjadi.

Seperti jalan hidup yang dilalui Heri Sucipto. Meski dulunya dia seorang preman, yang lekat dengan kekerasan, namun masa lalu itu telah dikubur dalam-dalam. Niatnya ingin keluar dari lumpur hitam sangat besar. Buktinya, pria yang akrab disapa Heri Rampok (HR), itu merubah jalan hidupnya dengan mendirikan sebuah perusahaan di bidang konstruksi yakni CV. Songgo Jagad. 

Dalam perjalanannya, perusahaan yang dirintisnya dari nol itu mampu berkembang. Banyak pekerjaan yang pernah dikerjakan CV. Songgo Jagad. Termasuk pekerjaan di proyek migas Blok Cepu yang bersentra di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Yakni pekerjaan atap baja ringan di project engineering, procurement and constructions (EPC) Banyuurip.

Karena komitmen dan tanggung jawabnya dalam melaksanakan pekerjaan, membuat CV. Songgo sekarang ini kebanjiran tawaran untuk menjadi subkontraktor pemenang tender project EPC Banyuurip. Salah satunya dari PT. Gayam Asri Manunggal (GAM). Tak tanggung-tanggung, kontraktor lokal asal Desa Gayam yang memenangkan sejumlah tender pekerjaan di proyek EPC-1 Banyuurip, itu menyatakan keinginanya untuk memberikan sebagian pekerjaan sesuai kemampuan yang dimiliki oleh CV. Songgo Jagad.

“Kami sudah tahu pekerjaan CV Songgo Jagad. Tak ada salahnya kita juga memberikan kesempatan kepada sesama kontraktor lokal untuk terlibat di proyek Banyuurip,” kata Direktur Utama (Dirut) PT. GAM, Sumber Purnomo yang biasa dipanggil Pak Ed.

Baca Juga :   Pembangunan Jalan Kacangan Ditarget Tuntas 2013

Saat ini CV. Songgo Jagad menjadi subkontraktor PT. Prambanan Jaya Group pimpinan H. Nur Asyik Buchori ST yang sekaligus sebagai ketua PP (Pemuda Pancasila) kabupaten Bojonegoro. Pekerjaan yang diberikan PT Prambanan kepada CV. Songgo Jagad merupakan sebuah kesempatan berharga bagi HR untuk meningkatkan pengalamannya di proyek migas.

“Saya terus belajar untuk menjadi kontraktor lokal yang berstandart Exxon,” timpal Dirut CV. Songgo Jagad, HR ditemui di sela-sela kesibukan di kantornya.

“Oleh karenanya saya terus didampingi rekan Sugeng sebagai Project Manager CV. Songgo Jagad sekaligus estimator saya dalam melakukan penawaran kerjasama dengan PT pemenang tender project EPC Banyuurip,” lanjut HR meneruskan pembicaraan.

Menurut HR, peraturan daerah (Perda) No.23/2011 tentang kandungan lokal harus terus tetap kawal bersama. Karena regulasi inilah yang melindungi masyarakat dan memberikan kesempatan kepada kontraktor lokal untuk dapat terlibat secara maksimal di proyek migas di Bojonegoro.

“Ini awal yang baik bagi kita semua. Karena itu, ayo manfaatkan perda yang benar – benar mendukung konten lokal ini,” ajak HR berapi api.

Sebagai Ketua Persatuan Masyarakat Alas Tua Barat Bangkit (PERKASA 2B), HR, berjanji siap membantu memberikan pengamanan dan mendukung kelancaran proyek negara ini.  Dengan catatan, operator maupun kontraktornya tetap mengacu Perda Konten Lokal.

Baca Juga :   Kurma Selimut Hasil Kreasi Elvin Angga, Kuliner Unik Bojonegoro yang Perlu Dicicipi

“Saya secara pribadi mupun ketua organisasi siap untuk memberikan pengamanan baik terbuka maupun tertutup. Seperti saat project ATW di Ngasem, sesuai pengajuan surat pada 3 Oktober 2009, asal Exxon tetap mengacu pada Perda Konten Lokal,” ucap HR sambil menyatakan jika dokumen permohonan PERKASA 2B masih disimpan dengan rapi.

Project Manager CV. Songgo Jagad, Sugeng Jagad (SJ), menyadari, jika proyek migas ini membutuhkan keterampilan dan kemampuan khusus. Karena itu, dari sekian banyak tawaran yang diberikan kepada CV. Songgo Jagad, selalu dipilah-pilah dan disesuaikan dengan kemampuan perusahaan.

“Semula saya takut menjadi karyawan Mas HR, namun kini saya merasa enjoy berkolaborasi dengan beliau,” aku SJ. “Di dunia kekerasan siapa yang tidak kenal Mas HR, masa – masa hidupnya banyak di habiskan di penjara, tapi sekarang dia menjadi panutan sekaligus kakak saya,” puji SJ.

Bagi SJ, HR banyak memberikan motivasi kepada dirinya. Salah satu perkataan HR yang membangkitkan semangatnya adalah “Bertindak salah saja dulu saya berani, sekarang ini saya berlaku benar menjadi kontraktor lokal, apa yang harus saya takuti.”

“Lakukan yang terbaik apa yang bisa kita lakukan untuk kemaslahatan masyarakat,” demikian kata SJ menirukan pesan HR.(adv)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *