SuaraBanyuurip.com -Â Ali Musthofa
Blora – Protes warga Kelurahan Tambakromo,Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora dengan menanami pohon pisang di sepanjang jalan diwilayahnya yang sedang dalam tahap pembangunan mendapat apresiasi dari beberapa kalangan masyarakat. Aksi itu dinilai sebagai bentuk kekesalan warga terhadap semakin rusaknya jalan yang diakibatkan PT. Sempalan Teknologi Nasional Jalan Kudus – Purwodadi No . 1, sebagai kontraktor pelaksana belum juga melakukan pengaspalan hotmic.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lentera Cepu – Blora, Lulus Tri Laksono  kepada SuaraBanyuurip.com, Minggu (18/8/2013), mengaku, sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait dengan pelaksanaan pembangunan jalan yang berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah tersebut.
“Setelah Muspika, teman-teman LSM mendesak Bina Marga Jateng dan kontraktor, karena itu pekerjaan bina marga propinsi. Maka hari Minggu ini mobilisasi alat berat meluncur untuk segera melanjutkan pekerjaan,” kata Tulus, demikian akrab disapa.
Menurutnya, semua pihak harus maklum bahwa itu merupakan aspirasi dari masyarakat yang merasa jenuh dengan kondisi pembangunan jalan yang tak kunjung selesai. “Karena memang mereka yang menjadi korban dan merasakan imbasnya secara langsung,” kata Tulus.
Tulus menilai, minimnya kegiatan pembangunan jalan di Kabupaten Blora tidak bisa lepas dari kondisi kelas jalan yang ada. Karena semua jalan di Blora hanya ada kelas jalan kabupaten dan jalan provinsi saja.
“Beda dengan kabupaten lain, seperti Bojonegoro, Rembang, dan Tuban yang jalan nasional. Jadi pembangunan dari kucuran APBN bisa didapatkan,” imbuhnya.
Dia mengungkapkan, mayoritas jalan yang rusak parah itu merupakan jalan propinsi. Karena itu ketika akan dilakukan perbaikan menggunakan APBD kabupaten sulit dilakukan. Apalagi jalan kelas kabupaten yang tersebar di 16 kecamatan juga sangat membutuhkan perhatian.
Oleh karena itu, lanjut Tulus, salah satunya solusi adalah mendukung pengajuan penaikan kelas jalan provinsi di Kabupaten Blora menjadi jalan kelas nasional oleh Pemda setempat.
“Apalagi Cepu atau Blora kaya akan potensi migas dan layak untuk dinaiikan kelas jalannya, sehingga dana APBN untuk pembangunan jalan bisa dirasakan daerah penghasil migas ini,” pungkas Tulus.(ali)