SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Berkurangnya curah hujan sejak sebulan terakhir ini membuat debit air di waduk Desa Kacangan, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menurun drastis. Kondisi itu mengancam pertanian di wilayah tersebut yang selama ini menggantungkan pengairan dari waduk Kacangan. Â
Padahal saat ini petani di wilayah Kacangan tengah menanam tembakau, jagung, padi dan palawija lainnya. Jumlah lahan pertanian yang bertumpu pada Dam Kacangan diperkirakan mencapai 10 hektar lebih.
“Mulai pertengahan Juli lalu debit air Dam Kacangan terus berkurang karena hujan sudah mulai jarang,” kata Gaib, warga Desa Kacangan kepada www.suarabanyuurip.com, Senin (19/08/2013).
Dia menjelaskan, selain dimanfaatkan petani Desa Kacangan, air dam itu untuk pengairan pertanian disejumlah desa dibeberapa kecamatan sekitar. Misalnya, petani Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo dan Desa Pelem, Kecamatan Purwosari.
Meski debit air menyusut, lanjut Gaib, diperkirakan tidak begitu mempengaruhi pertanian di wilayah setempat. Sebab debit air yang ada saat ini dinilai masih mencukpi kebutuhan pengairan hingga musim panen nanti.
“Kalau total berapa hektarnya lahan pertanian yang memanfaatkan air Dam Kacangan saya tidak tahu persis. Perkirakan ya 10 hektar lebih,” jelasnya.
Berbeda dengan Gaib, petani lain asal Desa Mediyunan, Kecamatan Ngasem, Jani, mengaku, menurunnya debet air Dam Kacangan itu berpengaruh pada hasil pertanian nantinya.
“Penurunan hasil panen itu bisa mungkin terjadi, Mas. Namun, penurunannya sampai berapa besar itu saya belum bisa merinci. Karena, musim tanam ke dua ini belum dipanen,” sambung Jani menerangkan.(sam)