SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – PT Tripatra Engineers & Constructors, pelaksana proyek engineering procurement and constructions (EPC)-1 Banyuurip melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat dan Kepala Desa (Kades) sekitar pemboran Migas Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (19/08/2013). Koordinasi ini sebagai tindak lanjut atas tuntutan warga yang meminta supervisor Security Tripatra, Bb, dipindah tugaskan dari proyek Banyuurip karena telah melakukan teguran secara berlebihan kepada security lokal Bojonegoro.
“Saya sudah memintakan maaf kepada tokoh masyarakat dan ke Kades, Begadon atas kejadian yang dianggap menyederai warga lokal oleh oknum supervisor Security tersebut, Mas,” kata Community Affairs PT Tripatra Engineers & Constructors, Budi Karyawan saat melakukan pertemuan di rumah Kades Begadon, Kecamatan Gayam, Pardi, Senin (19/08/2013).
Dia menjelaskan, langkah ini juga tidak dilakukan di Desa Begadon saja. Namun, rencananya juga dilakukan di Desa Gayam, Mojodelik, Brabowan, Bonorejo. Lain itu, oknum yang bersangkutan sejak masalah ini muncul sementara juga sudah dirumahkan tidak beraktifitas sampai masalahnya tuntas.
“Semoga dengan cara ini permasalahan segera selesai, Mas. Untuk oknum supervisor tersebut tidak menutup kemungkinan akan dipindah tugaskan. Namun, semua itu tinggal keputusan dari pihak managemen,” harap Budi.
Sutikno, tokoh masyarakat Desa Begadon dalam pertemuan itu mengungkapkan, belum memutuskan permintaan koordinasi atas permasalahan tersebut. Karena, akan melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat dari desa lain.
“Kalau secara pribadi saya tidak menolak permintaan maaf tersebut. Namun, terkait dengan keputusan penyelesaian saya tidak berani mengambil sikap sebelum ada persetujuan dari tokoh-tokoh masyarakat sekitar lokasi,” tegas Sutikno.
Kepala Desa Begadon berharap, dengan permintaan ma’af ini diharapkan semua pihak bisa saling menerima dan memaafkan.(sam)