SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pembangunan infrastruktur di sejumlah desa sekitar lapangan migas Blok Cepu wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terjadi ketimpangan. Itu terjadi antara desa-desa yang masuk kawasan ring 1 dan tidak. Padahal desa-desa itu masih satu kecamatan.
Sepereti Desa Bonorejo dengan Beged, Kecamatan Gayam. Sebagai desa yang berada di ring 1 lapangan minyak Banyuurip, Bonorejo memperoleh porsi pembangunan infratruktur cukup besar dari operator migas Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL). Sedangkan Desa Beged yang berada di luar ring satu mendapatkan bantuan infrastruktur ala kadarnya.
“Alhamdulillah pembangunan infrastruktur jalan sekarang sudah pavingisasi. Baik jalan poros desa maupun lingkungan. Lain itu, juga pembangunan tembok penahan tanah (TPT) juga sudah terbangun dan masih banyak lagi yang sudah terlaksana, Mas,” kata Kepala Urusan (Kaur) Pembangunan Desa Bonorejo, Warno kepada www.suarabanyuurip.com, Selasa (20/08/2013).
Namun apa yang disampaikan Warno, berbeda dengan pengakukan Kaur Keuangan Desa Beged, Arifin. Dia mengaku, meskipun tahun 2008 mendapatkan bantuan pembangunan jalan poros desa berupa pavingisasi dari MCL, namun jika dibandingkan dengan desa tetangga seperti Desa Bonorejo, Beged sangat jauh ketinggalan.
“Jalan poros desa beged yang dibangun MCL hanya sepanjang 1 kilo meter. Yakni tahun 2008 dan diselesaikan tahun 2010,” aku Arifin ditemui disekitar makam islam Desa Beged, Selasa (20/08/2013).
Dia menjelaskan, bersamaan pembangunan jalan poros desa itu, pemerintah desa Desa Beged pada waktu itu sempat mengajukan pembangunan TPT kepada MCL namun tidak disetujui karena ada beberapa alasan.
“Saya malu mengutarakan, Mas. Karena, itu internal kami sendiri. Namun, kedepannya kita akan berupaya lagi untuk berkomunikasi dengan perusahaan agar pembangunan di Desa Beged meningkat seperti Desa Bonorejo, Mojodelik dan Gayam disegala bidang,” tutur Arifin. (sam)