SuaraBanyuurip.com –
Bojonegoro – Nasib sial dialami Budi Hardiyanto, pengemudi Inova antar jemput Security yang bertugas di proyek sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu. Pasalnya, mobil warna hitam bernopol S 1318 AM itu diseruduk Bus Sri Sedono nopol AE 7076 UN jurusan Bojonegoro-Ngawi dari belakang.
Pantauan di lapangan menyebut, insiden itu terjadi Sabtu (24/08/2013) sekira jam 13.30 WIB di jalan Bojonegoro-Padangan tepatnya di wilayah Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa-Timur. Sedangkan, untuk bus yang dikemudikan, Wakiran, asal Desa/Kecamatan Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro terdapat kerusakan dibagian depan bus bagian kanan kempot.
Budi Hardiyanto, mengatakan, kejadian itu bermula saat kondisi di depan banyak mobil yang berhenti. Sehingga, kondisi jalan macet meunggu untuk berjalan.
“Jalannya sama-sama dari arah barat daan posisi saya paling belakang menunggu giliran jalan. Tau-tau bus dari belakang itu menyruduk,” kata Budi Hardianto, saat ditemui di Pos Lalu-Lintas (Lantas) Cengungklung, Sabtu (24/08/2013).
Dia menjelaskan, akibat serudukan bus itu lampu riting dan spion bagian kiri hancur. “Saya tidak apa-apa hanya mobilnya saja yang rusak,” jelasnya.
Sementara, Wakiran mengaku, hal itu terjadi akibat dari mendadaknya mobil didepan berhenti karena ada kemacetan jalan yang paling depan.
“Lebih baik saya ngambil kiri dari pada ambil kanan justru malah membahayakan semuanya. Baik saya penumpang maupun mobil yang didepannya, Mas,” kata Wakiran di Pos Lantas, Cengungklung.
Angota Polisi Lantas yang sedang bertugas di Pos Lantas Cengunglung, Bripka Kurniadi, mengatakan, sesuai hasil ulah TKP murni kelalaian sopir bus tersebut. Diduga akibat terlalu kencang dan tidak mampu mengerim saat mendadak tersebut. Akibatnya, mobil Inova yang dikemudikan Budi Hariyanto itu diseruduk dari belakang.
“Kami sebagai pelayan masyarakat hanya sebagai mediator saja dalam insiden yang tidak ada korban jiwa ini,” terang Kurniadi ditemui di Pos Lantas.
“Sesuai dengan perundingan kedua belah pihak sudah saling menerima dengan mengganti kerusakan Inovanya yang ada tersebut. Sehingga, masalah ini telah selesai secara kekeluargaan,” pungkasnya, menerangkan.(sam)