Densus 88 Bekuk Teroris di Tenggulun

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Kabupaten Lamongan, Jawa Timur kembali digegerkan dengan penangkapan teroris oleh pasukan detasemen khusus (Densus) 88 anti teror, Minggu (25/8/2013). Satu anggota yang diduga teroris itu adalah Agus Martin alias Hasan Ansori. Pelaku ditangkap di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro.

Tenggulun adalah sebuah desa pelosok pinggiran hutan tempat kelahiran dan sekaligus pemakaman dua bomber Bali 1 bersaudara yakni, Amrozi dan Ali Gufron yang dihukum mati Pengadilan Negeri Denpasar, Bali.

Data yang berhasil dihimpun, penangkapan dilakukan oleh lima anggota Densus 88 yang berpakaian preman. Saat itu Agus hendak berangkat kerja sebagai kuli bangunan sekitar pukul 6.30. Dengan gerak cepat tanpa menimbulkan kegaduhan, Agus langsung dibawa dan dimasukkan kedalam mobil inova warna silver. Kemudian mobil melaju kencang keluar meninggalkan desa yang pernah terkenal hingga seantoro dunia itu.

Beberapa sumber yang ditemui www.suarabanyuurip.com mengatakan, penangkapan Agus terkait jaringan teroris Poso, Sulawesi Tengah.

Agus berasal dari Bekasi, Jawa Barat dan menetap di Desa Trenggulun setelah menikahi Umi Shalihah (33), wanita desa setempat. Mereka memiliki 3 anak putri. Selama ini Agus tinggal dirumah mertuanya, Nurminda yang berjarak sekitar 200 meter dari Kantor Desa Tenggulun.

Baca Juga :   BPBD Bojonegoro Salurkan Bantuan Korban Kebakaran

Kabag Humas Polres Lamongan, AKP Moch Umar Dami, membenarkan penangkapan Agus oleh Pasukan Densus 88.

“Tidak ada anggota Polres yang dilibatkan dalam penangkapan tersebut. Densus 88 bergerak sendiri dan langsung membawa pelaku ke Jakarta, “ ujar Moch Umar Dami kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (26/8/2013).(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *