Kartar Glodok Pertanyakan CSR MCL

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Karang Taruna (Kartar) Desa Glodog, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mempertanyakan dua program dari Operator Migas Blok Cepu, Mobile Cepu Ltd (MCl), yang digulirkan di desa setempat. Selain belum selesai pembangunannya, program tersebut tidak ada tindak lanjutnya.

Dua program yang menjadi sorotan itu adalah pembangunan tambat labuh untuk nelayan di perairan Palang serta pelatihan menjahit untuk ibu-ibu yang ada di Desa Glodok.

“Untuk tambat labuh mengapa hingga saat ini belum dituntaskan?” tanya Ketua Kartar Glodog, Priyo, kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (26/9/2013).

Selain tambat labuh, Priyo juga mengungkapkan, tidak adanya tindak lanjut dari program pelatihan menjahit yang diberikan kepada ibu di desa setempat. Dia menyarankan agar MCL memberikan program pelatihan yang ada kaitan erat dengan kondisi kultur desa mereka.

“Cobalah bikin program pengolahan hasil laut, terus didampingi yang serius supaya tidak jalan ditempat,” saran Priyo. 

Diketahui, Desa Glodok merupakan salah satu desa di Kabupaten Tuban yang terdampak proyek pemasangan pipa minyak bawah laut milik MCL yang akan dimulai dari bibir pantai desa setempat. Selama ini, Kartar Glodok menilai anak perusahaan ExxonMobil itu belum tuntas menggulirkan program CSR di desa setempat. (edp)

Baca Juga :   LIMA 2B Berikan Pelatihan Timlak Program Perbaikan Infrastruktur

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *