SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro –Proyek Lapangan Banyuurip Blok Cepu yang di oprtaori Mobil Cepu Limited (MCL) hingga saat ini masih menyisakan persoalan lahan. Disamping pemilik lahan meminta harga yang tak wajar, juga ada dua bidang lahan yang saat ini masih menunggu putusan Makamah Agung RI untuk menentukan ahli waris.
Pemilik lahan yang mengajukan harga diatas batas kewajaran itu adalah Ali Mukarom. Â Warga asal Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, itu mengajukan harga untuk tanahnya seluas 4.000 meter persegi (M2) yang berada di lokasi proyek engineering, procurement and constructions (EPC)-1 Banyuurip senilai Rp3 triliun.
Sedangkan Rasyid Rasidin yang memiliki dua bidang lahan seluas 13156 meter persegi dan 3453 (M2) Â masih menunggu putusan Makamah Agung untuk menentukan ahli warisnya.
Informasi yang diperolah SuaraBanyuurip.com dari Bagian Sumber Daya Alam Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, karena belum tuntasnya pembebasan lahan perseorangan tersebut MCL dimungkinkan akan mengajuakan konsinyasi lahan milik Ali Mukarom dan menunggu selesainya sengketa lahan Rasyid Rasidin dalam permohonan Kasasi di MA.
Direktur Utama PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), Deddy Affidick, mengatakan, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, pihaknya diminta untuk memfasilitasi permasalahan lahan tersebut. Namun sesuai hasil survey yang dilakukan BBS dilapangan lahan itu tidak termasuk dalam tapak proyek.
“Jadi tidak mempengaruhi kegiatan konstruksi proyek,†sambung Deddy kepada Suarabanyuurip.com
Pria berkaca mata minus ini mengatakan, meskipun bukan sebagai tapak proyek, namun idealnya kedua lahan tersebut tetap dibebaskan. Akan tetapi hal itu tergantung pada pemilik proyek karena BBS sebatas memfasilitasi.
“Hingga saat ini negoisasi masih belum ada titik temu,†tegas Deddy.
Dia menekankan, dalam posisi ini PT BBS hanya dapat memfasilitasi sejauh memungkinkan apabila ada lahan yang masih dalam sengketa di pengadilan atau meminta harga jauh diatas kelaziman,
“Kami harus menunggu atau tidak dapat lagi memfasilitasi,†imbuh Deddy.(rien)