SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Rute karnaval Kemerdekaan RI ke-68 tingkat SD/SMP di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang berlangsung, Sabtu (31/8/2013) tadi, berubah lagi. Perubahan rute ini akan menjadi rute karnaval terakhir untuk tingkat SLTA, Instansi, dan Umum pada Minggu (1/9/2013) besuk.
Adapun rute pertama adalah start  dari Lapangan Tukbuntung, menuju Taman Seribu Lampu, arah kanan menuju panggung kehormatan yang ada didepan Kantor Kecamatan Cepu, ambil arah menuju Jln. Diponegoron, depan Polsek Cepu, kemudian sampai perempatan Jln. Blora arah kiri menuju BNI 46 belok liri hingga finis di Lapangan Atletik, Nglajo.
Kemudian pada karnaval tingkat SD/SMP siang tadi rute dirubah menjadi dari Lapangan Serba Guna Tukbuntung, Simpang Tujuh Tukbuntung menuju depan Kantor Kecamatan Cepu hingga perempatan Jln. Blora. Perubahan rute ini dikarenakan ada rapat koordinasi ulang dengan Polres Blora yang menilai rute perubahan pertama terlalu pendek, sehingga masyarakat banyak yang mengeluh.
“Sampai ada peserta yang mau mengundurkan diri karena pendeknya rute. Akhirnya kami selaku panitia melakukan rapat koordinasi ulang dengan Polres Blora dan disetujui perubahan rute ini,” kata salah satu panitia HUT 3– Ke – 68 Kecamatan Cepu, Lulus Tri Laksono.
Meski ada perubahan rute, tidak mengurangi antusias masyarakat untuk berbondong-bondong menyaksikan karnaval pembangunan rutin setiap tahun ini. Buktinya, sejak dimulai pukul 12.00 WIB, warga sudah memadati sepanjang jalur.
Rute ini sudah final, dan akan dijadikan rute akhir sebagai hasil evaluasi bersama untuk menghindari kemacetan seiring pelaksanaan karnaval.
“Besuk karnaval untuk tingkat SLTA dan Umum juga melalui rute terbaru ini. Dan diharapkan masyarakat bisa memahami dan ikut memeriahkan dengan dukungan kedatangan mereka,” tukas Tulus.
Ada yang menarik dalam karnaval tahun ini, sebagai foreder depan ada kelompok barongan asal Cepu sebanyak 68 group, kemudian 17 Bujang Ganong, dan 8 penari jaranan yang akan mengikuti sebagai barisan depan peserta karnaval.
“Itu mempunyai arti  17 agustus yang dan hari Kemerdekaan yang  ke- 68. Dan itu atas  kerja bareng dengan paguyuban malem jumuah pahing dan lsm lentera,” katanya.(ali)