SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Lembaga Swadaya Masyarakat Sekitar Tambang Peduli Minyak ( LSM STPM) berencana melakukan pertemuan dengan Operator migas Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL) di Sekretariat LSM MSTPM, Senin (02/09/2013). Pertemuan itu untuk membahas tentang berbagai persoalan yang masih sering memunculkan gejolak sosial warga disekitar proyek Banyuurip.
Ketua LSM MSTPM, Parmo, mengatakan, ada beberapa persoalan yang dibahas dalam pertemuan untuk menetralkan permasalahan yang masih kerap muncul dalam kegiatan proyek pengembangan penuh lapangan minyak Banyuurip.
“Gejolak sosial warga ini perlu dibahas demi kelancaran pengerjaan proyek, Mas,” kata Parmo via telepon, Senin (02/09/2013).
Parmo menjelaskan, ada beberapa agenda yang akan dibahas LSM STPM dengan MCL. Yakni membahas masalah kopensasi tunai selama produksi, corporate social responsibility (CSR) harus langsung ke masyarakat (di swadayakan), Â penerapan peraturan daerah (Perda) 23/2011 tentang Konten Lokal yang terlihat masih belum maksimal.
“Contohnya Pam Ovit, MCL butuh aman atau keamanan. Hal ini yang menjadi agenda kami untuk diperhatikan serius, Mas,” tegas tokoh masyarakat Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur ini tersebut.
Dikonfirmasi terpisah, Field Public and Government Manager MCL, Rexy Mawardijaya, melalui pesan pendek, Senin (02/09/2013) terkait dengan hasil kejelasan pertemuan antara LSM STPM dengan MCL berikut tanggapannya hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban.(sam)Â