SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Petani dari sembilan desa di wilayah Kecamatan Semanding, dan Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jatim terancam gagal panen. Itu terjadi setelah bendungan Kedung Ireng di Desa Ngino, Semanding yang menjadi andalan irigasi lahan mereka mulai mengering airnya.
Sembilan desa yang saat ini warganya kebat-kebit tersebut adalah, Desa Ngino, Sambungrejo, Genaharjo, Panambangan, Kowang, dan Desa Tunah semuanya di Kecamatan Semanding. Sedangkan tiga desa lainya adalah Desa Dawung, Cendoro, dan Desa Gesikharjo di wilayah Kecamatan Palang.
Selama ini irigasi persawahan warga disuplai air melalui sungai yang bersentra dari bendungan tersebut. Jika debit air di bendungan ini menyusut dipastikan ribuan hektar lahan pertanian di sembilan desa itu bakal kekeringan. Â
“Bendungan ini mengairi sawah-sawah desa yang ada di bawah,†kata Suantoko (28), salah satu warga Desa Genaharjo, Kecamatan Semanding, saat ditemui di bendungan Kadung Ireng, Senin (2/9/2013).
Kenyataan pahit akibat kekeringan saat ini sudah menimpa petani yang berada di Desa Sambungrejo, Desa Genaharjo, dan Desa Panambangan. Petani yang ada di desa ini bergantung penuh pada aliran sungai yang kini sudah mulai susut.
“Kalau hujan airnya melimpah, kalau musim kering seperti sekarang yang sulit,†kata Siban (50), salah satu petani yang ditemui di sekitar area sawah Desa Sambungrejo.
Diperkirakan, sekitar 700 hektar lahan pertanian di desa ini terancam gagal panen. Akibat kurangnya air saat tanaman padi sedang berbiji. Sejumlah petani berencana untuk melakukan panen lebih awal.
“Bisa rugi sekitar tiga sampai empat juta rupiah,†terang Siban.
Beruntung petani yang ada di desa lain, seperti di Kecamatan Palang masih bisa menyelamatkan tanaman padi mereka. Mereka terbantu dengan air dari pengeboran menggunakan mesin diesel. Sehingga ancaman gagal panen lebih serius bisa dihindari. (edp)