Warga Brabowan Hadang Mobil Proyek Blok Cepu

warga brabowan

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Sebanyak tiga puluh lebih pemuda yang tergabung Karang Taruna Desa Brabowan, melakukan penutupan jalan poros desa setempat, tepatnya dipertigaan jalan yang menghubungkan antara Desa Brabowan ke Begadon dan ke Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (2/9/2013).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi itu terjadi lantaran Karang Taruna merasa dibohongi oleh PT Serpindho untuk berpartisipasi dalam kegiatan lomba memeriahkan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke 68 tahun yang digelar oleh warga desa Brabowan. Karena pada kesepakatan sebelumnya yang dilakukan pada 30 Agustus 2013, Serpindho menyanggupi untuk membantu kegiatan tersebut.

Bambang, seorang warga Brabowan, mengatakan, selain menutup jalan, pemuda juga melarang mobil milik PT Serpindho yang mengerjakan proyek Banyuurip melintas di jalan tersebut.

“Pemuda merasa tersinggung karena sudah dijanjikan akan diberikan dana partisipasi dalam kegiatan lomba 17 Agustusan ternyata dibohongi, Mas,” kata Bambang kepada www.suarabanyuurip.com, Senin (02/09/2013).

Bambang menjelaskan, kesepakatan antara kedua belah pihak itu terkait dengan lomba panjat pinang yang diadakan. Namun, pada pelaksanaannya PT Serpindho tak merealisasikan janjinya.

Baca Juga :   Bupati Tuban Heran Lihat Ribuan Karnopen

“Ada dua panjat pinang satu ditanggung warga dan satunnya lagi ditanggung oleh Serpindho. Tapi, ketika pelaksanaan Serpindho tidak mewujudkan. Malah warga diminta untuk cari pinjaman dulu kepada orang lain. Akirnya yang satu panjat pinang itu digagalkan dan tidak jadi dilombakan,” jelasnya.

Bambang menambahkan, ada dua titik lokasi yang ditutup oleh pemuda. Yakni, pertigaan di Dukuhan Tanggungan dan pertigaan timur Balai Desa Brabowan yang menuju Joho dan Begadon. Namun, aksi itu tidak untuk semua mobil milik kontraktor Banyuurip.

“Yang dikembalikan kusus mobil milik PT Serpindho, Mas. Untuk mobil yang lainnya tetap diperbolehkan.  Aksi ini akan terus dilakukan sebelum ada permintaan maaf dari PT Serpindho atas perilakunya yang telah mengecewakan warga Brabowan tersebut,” imbuh dia.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *