SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Dinas  Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Dinperindagkop UMKM) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tahun ini menghibahkan dana senilai Rp4,1 milyar untuk kelompok usaha masyarakat agar berkembang dan mandiri. Jumlah dana hibah ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu senilai Rp2,9 milyar.
Saat ini proses dana hibah itu sudah memasuki tahap penandatanganan nota pemberkasan pencairan oleh para calon penerima bantuan.
“Tahun ini jumlah dananya meningkat 141 persen,†kata Kepala Dinperindagkop UMKM Blora, Maskur saat sosialisasi dan Penandatanganan Dokumen Pencairan Bantuan Hibah kepada kelompok atau anggota masyarakat dan Bantuan Keuangan kepada desa dan Pemerintah Desa dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Selasa (3/9/2013).
Dia menerangkan, dana bantuan hibah itu akan diberikan kepada kelompok masyarakat dan bantuan keuanga, serta revitalisasi pasar desa.
“Ada 223 kelompok masyarakat yang menerima bantuan dan lima pasar desa,” tegas Maskur.
Bupati Blora, Djoko Nugroho, menekankan, tujuan diberikannya dana hibah agar masyarakat bisa mandiri.
“Bagi penerima bantuan, kalau sudah cair jangan langsung dihabiskan dananya, kecuali untuk pembelanjaan sesuai proposal pengajuan. Bantuan ini tujuannya agar bisa mandiri,” pesan Kokok, demikian akrab disapa.
Menurut Kokok, kemandirian merupakan bukti nyata keberhasilan pengucuran bantuan ini. Sehingga penerima harus kreatif dan inovatif untuk mengembangkannya.
“Jadi berpikirlah bagaimana bisa mengembangkan usahanya agar semakin besar. Karena dana langsung masuk ke rekening penerima,” tegas dia.
Dalam sosiliasi itu juga diberikan pembinaan dan pemantapan terkait pelaksanan bantuan hingga pembuatan laporan pertanggungjawaban. (ali)