Pilkades Bogorejo Diundur, Panitia Pilih Mundur

ilustrasi pilkades

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora – Pelaksanaan pemilihan kepala desa ( Pilkades) secara serentak di 234 desa di Kabupaten Blora Jawa Tengah masih menyisakan beberapa persoalan. Salah satunya Pilkades di Desa Bogorejo, Kecamatan Japah yang dinyatakan diundur karena kisruh.

Sesuai kesepakatan, pilkades ulang akan digelar pada 5 September mendatang, namun rencana itu juga dipastikan gagal. Dikarenakan sebagian besar panitia pilkades menyatakan mundur dari kepanitiaan pilkades, sehingga pilkades ditunda kembali sampai batas waktu yang belum ditentukan.

”Terpaksa diundur lagi dari kesepakatan semula,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Blora, H Winarno kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (3/9/2013).

Menurut Winarno, penyebab belum pastinya Pilkades Bogorejo dikarenakan sebagian dari panitia pilkades menyatakan tidak sanggup.” Untuk sementara akan ditunjuk Pejabat Sementara kepala desa,” tegas dia.

Sebagaimana diketahui, Pilkades di Desa Bogorejo ini diikuti oleh dua calon yakni Sajiman dengan tanda gambar padi dan Sujiman dengan tanda gambar ketela. Sebenarnya pemungutan suara sempat berjalan dan ditutup dengan 1.789 pemilih yang hadir dari hak pilih sebanyak 2.119 orang.

Baca Juga :   Bacawagub PPP Launching Yayasan Wakaf Al-Quran

Namun penghitungan suara dilakukan situasi mulai memanas.  Puncaknya menjelang  pukul 17.00 WIB beberapa pendukung salah satu calon  merangsek melompat pagar masuk ke TPS dengan tujuan mengambil surat suara yang telah dihitung. Namun tindakan ini diantisipasi panitia dengan mengamankan surat suara tersebut.

Akhirnya keributan tak terelakan ketika dua motor yang sedianya untuk hadiah door prize bagi warga yang menggunakan hak suara, dirusak dan dibakar warga.

Saat terjadi keributan, sisa suara yang belum dihitung masih sekira 500 surat suara lebih. Kondisi itu terjadi hingga malam, sehingga muncul kesepakatan akan dilakukan pemilihan ulang pada tanggal 5 september.Namun pengulangan itu terancam gagal karena mayoritas panitia mengundurkan diri karena merasa tak sanggup.(ali)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *