SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Memasuki musim kemarau 2013 sebanyak 44 waduk dan rawa di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mulai mengering. Akibatnya petani yang mengandalkan air dari waduk terancam paceklik karena tidak bisa tanam.
Data dari Dinas PU Pengairan Lamongan menyebut, dari total kapasitas 110.608.905 meter kubik di 44 waduk dan rawa yang ada, kini tersisa 31.276.640 meter kubik atau 28,28 persen. Selama ini petani yang jauh dari Sungai Bengawan Solo mengandalkan waduk tersebut untuk kebutuhan irigasi lahan pertaniannya. Â
“Petani agar lebih bijak dalam melakukan pola tanam. Akan lebih baik jika yang ditanam adalah komoditi yang tidak terlalu membutuhkan air, seperti palawija,“ ujar Kabag Humas dan Infokom Mohammad Zamroni kepada SuaraBanyuurip.com rabu (4/9/2013)
Dia mencontohkan waduk terbesar di Lamongan, Waduk Gondang, kini tersisa cadangan air sebanyak 7.988.00 meter kubik. Atau sebanyak 33,69 persen dari total kapasitasnya yang sebesar 23.712.500 meter kubik.
Dalam jumlah deposit air di Waduk Gondang tersebut, hanya cukup untuk mengairi 1.198 hektar lahan pertanian. Padahal lahan pertanian di 78 desa yang mengandalkan air dari waduk di Kecamatan Sugio ini luasannya lebih dari 1.000 hektar.
Waduk terbesar kedua, Waduk Prijetan, kini kapasitas terisinya juga tinggal 33 persen. Yakni sebesar 2.595.085 meter kubik dari kapasitas maksimal sebanyak 9 juta meter kubik.
Air yang tersedia di Waduk Prijetan juga hanya mampu untuk melayani kebutuhan pertanian di lahan seluas 479 hektar. Sehingga kini pengelola waduk harus melakukan efisiensi pemakaian dan distribusi air.
Beberapa waduk bahkan kini sudah tidak ada airnya. Seperti Waduk Mojomanis, dan Waduk Lopang di Kecamatan Kembangbahu. Juga Waduk Pading di Kecamatan Pucuk, Â dan Waduk Sumurgung di Kecamatan Laren.
“Untuk menjaga kualitas dan kuantitas produksi pertanian di Lamongan, Bapak Bupati sudah melakukan program modernisasi pertanian. Termasuk pembangunan jaringan irigasi dan plengsengan serta pengerukan embung-embung desa,“ imbuh Zamroni. (tok)