SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, masih melakukan pemetaan sejumlah wilayah rawan kekeringan. Hal itu menyusul adanya sejumlah desa di wilayah setempat yang mengalami krisis air. Kondisi itu juga mengancam sektor pertanian.
“Kita coba untuk memetakan ancaman kekeringan yang ada di Tuban,†tegas Kepala BPBD Kabupaten Tuban, Joko Ludiyono, dikonfirmasi melalui ponselnya.
Saat ini wilayah yang perlu diwaspadai, menurut Joko, terletak di enam kecamatan. Diantaranya Kecamatan Semanding, Kecamatan Kenduruan, Kecamatan Grabagan, Kecamatan Senori, Kecamatan Bancar, dan terakhir adalah Kecamatan Kerek.
“Kalau kekeringan terjadi, maka yang kami lakukan pertama kali adalah dropping air bersih,†ujar Joko, menerangkan.
Meski begitu, saat pihaknya belum menerima laporan adanya kekeringan hingga kesulitan air bersih.
“Kita juga sudah berkoordinasi dengan PDAM dan PU Tuban untuk mempermudah pengiriman ke daerah,†tandasnya.
Terpisah, Kabag Humas dan Media Pemkab Tuban Sulistiyadi, mengatakan bahwa kekeringan disekitar bendungan kedung Ireng Desa Ngino, Kecamatan Semanding, seperti yang diberitakan beberapa waktu lalu belum masuk kategori parah.
Termasuk diantaranya adalah tanaman padi di sekitar bendungan belum termasuk kategori puso. Dia menjelaskan, tanaman yang masuk kategori puso adalah sawah yang tingkat kekeringannya berat atau sekitar 40 persen. Sedang untuk kategori sedang dan ringan adalah 25 persen dan 15 persen.
“Meski begitu Pemkab Tuban akan memberitahukan masalah ini dan memberi bantuan,†jelasnya.(edp)