PSK dan Napi Di Blora Dites HIV/AIDS

SuaraBanyuurip.com - Ali Musthofa

Blora – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora, Jawa Tengah kembali menggelar kegiatan rutin tahunan berupa Serro Survey untuk mengetahui jumlah penderita penyakit HIV/ AIDS di wilayahnya. Survey tes pengidap penyakit mematikan ini dilakukan kepada penghuni di Rumah Tahanan Negara (Rutan) dan di beberapa lokasi komplek para Pekerja Sek Komersial (PSK).

Dalam tes ini mereka diambil sampel darahnya untuk dilakukan penelitian terkait kemungkinan terjangkit penyakit tersebut.

“Ini untuk mengetahui penyebaran penyakit HIV/AIDS,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Blora, Henny Indriyanti, melalui Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (P2PLP), Lilik Hernanto.

Dalam Serro Survey diambil sebanyak 225 sampel darah. 87 sampel darah diambil dari nara pidana (Napi) di Rutan Blora, PSK di Kampung Baru Jepon sebanyak 35 sampel darah, PSK di Nglebok Cepu 21 sampel darah, PSK di Sumberagung Cepu sebanyak 56 sampel darah dan PSK di Yangjrong Kunduran sebanyak 26 sampel darah.

Lilik menerangkan, setelah diambil darahnya akan dilakukan pemeriksaan di Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) di Semarang. Serro Survey itu tidak untuk mengetahui siapa yang terkena penyakit (identitas penderita tidak diketahui/ Unlinked Unonimous) melainkan guna mengetahui jumlah dan penyebaran penyakit HIV/AIDS di satu daerah.

Baca Juga :   Koordinator JIM Sekitar Banyuurip Terbentuk

“Dari Survey itu dapat diketahui besarnya masalah HIV/AIDS, sehingga dapat dilakukan pencegahan dini bagi seluruh masyarakat,” tandas dia.

“Sehingga bisa diketahui, siapa tahu mereka juga mengidap penyakit kelamin lainnya, seperti sipilis dan lain sebagainya,” lanjut Lilik.

Lilik menyebutkan, sesuai hasil survey tahun 2012 lalu didapatkan data warga di Blora yang mengidap HIV/AIDS sebanyak 17 orang. Tahun lalu warga binaan Rutan yang diambil sampel darahnya sebanyak 100 orang, sedangkan PSK sebanyak 106 orang.

“Dalam waktu tidak lama lagi hasilnya akan keluar, sehingga diketahui jumlah dan penyebaran penyakit HIV/AIDS di Blora ini,” pungkas dia.(ali)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *