KEDATOM Tuban Ditinggalkan Pedagang

kedatom

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Kedai Dahar Pasar Atom (KEDATOM) yang terletak di sekitar  tempat wisata pantai Boom Tuban, Jawa Timur, saat ini ditinggalkan para pedagang. Tak ada aktifitas perdagangan dari Pedagang Kaki Lima (PKL) penghuninya di lokasi senytra PKL yang pada 26 April 2013 lalu dibuka Bupati Tuban, Fathul Huda.

Pantauan di lapangan, selain sepi karena hanya ada segelintir pedagang saja, tempat tersebut juga terlihat kumuh. Sebagian besar kios tutup, dan beberapa fasilitas yang digembor-gemborkan Pemkab Tuban seperti WC sudah mulai kotor tak terurus, serta koneksi Wifi yang lebih sering mati.

“Nyaris sudah tidak ada pembeli yang mampir kesini,” kata Mardiyah, salah satu pedagang di KEDATOM yang masih bertahan, Sabtu (7/9/2013).

Mardiyah mengatakan, pedagang yang saat ini berjualan tak lebih dari 11 orang. Itupun hanya ada 5 orang saja yang buka setiap hari. Sisanya lebih memilih untuk membuka pada hari tertentu karena sepinya pembeli. Padahal awal pembukaan dulu Kedatom dihuni sekitar 32 pedagang.

Baca Juga :   Bupati Tuban Prihatin Kemampuan Jembatan Tak Terdeteksi

“Pedagang yang tidak disini ya berjualan di pinggir jalan lagi,” tambahnya.

Diketahui,  Kedatom merupakan tempat relokasi pertama untuk PKL yang ada di Tuban. PKL yang awalnya berjualan merupakan PKL yang berasal dari Jalan Yos Sudarso Tuban. Selain itu, Pemkab juga merencanakan untuk membuat tempat serupa di sekitaran Jalan Sunan Kalijogo Tuban. (edp) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *