SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Konsorsium PT. Inti Karya Persada Tekhnik (IKPT)-Kelsri, kontraktor proyek Engineering, Procurement, and Constructions (EPC) 2, jalur pipa Banyuurip, Blok Cepu menyatakan semburan lumpur yang terjadi di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur merupakan lumpur biasa.
“Hanya lumpur biasa dan jangan dibesar-besarkan,” kata Humas PT.IKPT, Sunarto dikonfirmasi Suarabanyuurip.com secara terpisah. Minggu (8/9/2013).
Sunarto menjelaskan masyarakat tidak perlu cemas dengan kejadian tersebut. Menurut dia, lumpur itu tidak membahayakan dan bukan seperti lumpur Lapindo, Sidoarjo.
“Kalau masyarakat awam wajar menganggap itu seperti di Lapindo, karena mereka tidak tahu,” ujarnya lagi.
Meski demikian, dia belum bisa menjelaskan ihwal kronologi sebab akibat kejadian tersebut. Namun pihaknya berencana melakukan pemahaman melaui sosialisasi kepada masyarakat sekitar.
“Besok akan kita lakukan sosialisasi bersama warga,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, empat titik
semburan lumpur muncul di dekat lokasi penggalian pipa 20 inci Banyuurip. Satu titik berada disamping rumah Kasbianto dan tiga lainnya berada diareal lahan milik PT.Gudang Garam. Semburan lumpur itu mencemaskan warga sekitar dan pemilik lahan. Warga menduga semburan lumpur berasal dari penggalian pipa proyek Banyuurip, Blok Cepu.(roz)