SuaraBanyuurip.com – D Suko Nugroho
Bojonegoro – Semburan lumpur terjadi di dekat lokasi proyek penggalian pipa minyak mentah Banyuurip, Blok Cepu di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Diduga kuat semburan air bercampur lumpur itu diakibatkan adanya pemboran untuk penggalian pipa yang dikerjakan PT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT), kontraktor engineering, procurement and constructions (EPC)-2 Banyuurip.
Sebab, selain jarak antara penggalian pipa dengan semburan hanya sekira 15 meter, semburan lumpur itu berhenti ketika pemboran dihentikan.
Ada empat titik semburan lumpuran di dekat lokasi penggalian pipa. Yakni satu titik berada di samping rumah Kasbianto, warga RT.10, RW.01 Desa Kalianyar, tepatnya di sekitar kandang ayam. Sedangkan tiga titik lainnya di areal tanah kosong di belakang rumah Kasbianto.
 Lahan itu milik Jono, pemilik perusahaan rokok Gudang Garam. Selama ini tanah itu dibiarkan kosong seperti rawa.
Dari pantauan, semburan lumpur di empat titik itu sementara ini telah berhenti. Namun bekas lumpur di samping rumah Kasibianto masih terlihat. Sedangkan di lahan milik Jono, lumpur bercampur air masih menggenang. Sebelumnya lahan itu telah mulai kering karena telah memasuki kemarau, namun kembali terisi air bercampur lumpur.
“Kemarin sore lumpur yang didekat kandang saya ini langsung dibersihkan pekerja yang mengerjakan pipa,†kata Kasbianto kepada SuaraBanyuurip.com ketika ditemui di rumahnya, Minggu (8/9/2013).
Dia menceritakan, semburan lumpur itu muncul, Sabtu (7/9/2013) kemarin, sekira pukul 11.00 wib dan baru berhenti sekira pukul 18.00 wib, sejak pemboran untuk penggalian pipa dihentikan.
“Di sebelah timur kemarin sedang dilakukan pemboran pipa. Katanya kedalamannya 15 meter. Tapi setelah dihentikan, semburannya juga berhenti,† tutur Kasbianto.
Dia berharap, kepada kontraktor maupun operator migas yang mengerjakan proyek pipa ini untuk mengambil langkah secepatnya. Sebab dikhawatirkan jika penggalian kembali dilanjutkan akan mengeluarkan semburan lumpur.
“Ya takut seperti lapindo, Mas. Sampean bisa lihat sendiri lumpur yang keluar di belakang rumah saya cukup banyak,†pungkas Kasbianto sambil menunjukkan lumpur yang masih menggenang di lahan milik Jono.
 Ketua RT.01, Jari Pambudi, mengaku, sejak munculnya semburan lumpur itu dirinya langsung melaporkan kepada pemerintah desa (Pemdes) Kalianyar. Kemudian masalah itu laporkan pemdes ke Muspika Kapas, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bojonegoro, operator Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL) dan kontraktornya.
“Kemarin semua pihak telah mengecek kelokasi dan BLH sudah mengambil sampel air lumpurnya,†sambung Jari dikonfirmasi terpisah melalui telepon genggamnya.
Rencananya, untuk menindaklanjuti masalah tersebut akan dilangsungkan pertemuan antara warga RT.10/RW.01 dengan IKPT dan MCL yang difasilitasi Pemdes Kalianyar dan Muspika di Musalla setempat pada Rabu (11/9/2013) mendatang sekira pukul 20.00 wib. (suko)