SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro- Keberadaan Lapangan migas Blok Cepu yang berpusat di Kabupaten Bojonegoro dinilai mengurangi jumlah pengangguran di Jawa Timur (Jatim). Pada tahun 2012 lalu tingkat pengangguran terbuka di Jatim sebesar 4,12 persen, dan pada bulan Februari 2013 hanya jangka waktu 6 bulan turun sekitar 0,12 persen.
“Jadi ada sekitar empat persen penurunan tingkat pengangguran terbuka,” tegas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Penduduk (Disnakertranduk) Provinsi Jawa Timur, Hari Soegiri kepada suarabanyuurip.com.
Dia menjelaskan, pengangguran terbuka ini adalah jumlah pengangguran dibagi jumlah tenaga kerja. Penurunan sangat luar biasa ini dikarenakan beberapa faktor diantaranya adanya proyek migas Blok Cepu yang dioperatori Mobil Cepu Limited (MCL)Â di Kabupaten Bojonegoro.
“Dengan adanya Blok Cepu membuat banyak investor yang masuk, sehingga membuka lapangan pekerjaan baik dari lokal Bojonegoro sendiri maupun luar daerah,” tegas Hari, mengungkapkan.
Faktor kedua penurunan penganggurang, lanjut dia, adalah majunya pelatihan-pelatihan yang disediakan oleh Disnakertransduk yang menyiapkan tenaga-tenaga kerja berkompetensi. Tenaga-tenaga tersebut disiapkan dalam rangka memenuhi lowongan-lowongan pekerjaan yang dibutuhkan sehingga menjadi tenaga yang siap kerja.
“Yang ketiga adalah bahwa di Jatim ini Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten sangat peduli dengan para pencari kerja. Sehingga kami memberikan pembekalan, pemahaman dan akreditasi kepada 730 Lembaga Pelatihan Kerja termasuk Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di Bojonegoro,” tandas Hari.
Dengan terakreditasinya BLK ini lulusaanya nanti dapat menyongsong dunia kerja dimana sekarang ini sudah pesat sekali di Jawa Timur baik pencari kerja dan lowongan kerjanya.
“Bahkan BLK di Bojonegoro menjadi nomer tiga terbaik di Jawa Timur,” tukasnya. (rien)