SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) merencanakan meminta bantuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membantu pengamanan kegiatan industri migas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Rencana ini menyusul keberhasilan TNI dalam menyelesaikan kasus pencurian minyak Pertamina pada pipa minyak Tempino-Plaju di wilayah Sumatera Bagian Selatan.
Staf Ahli Deputi Pengendalian Operasi SKK Migas, Hamdy Zaenal, mengatakan kasus pencurian minyak di Tempino-Plaju dapat diselesaikan dengan baik oleh TNI yang telah menurunkan pasukan selama seminggu.
“Ini membuktikan bahwa TNI juga ikut andil dalam pengamanan proyek migas dan tidak akan pandang bulu memberantas aksi pencurian minyak di Indonesia,” tegasnya.
Dirinya berharap, di Bojonegoro yang terdapat mega proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu tidak mengalami hal yang sama. Karena pencurian pada kegiatan proyek migas akan sangat merugikan negara.
“Tinggal mekanisme prosedur permintaan bantuan TNI nya yang perlu disegerakan di Bojonegoro. Karena aman itu mahal, tetapi akan lebih mahal lagi kalau tidak aman,” tandas dia.(rien)