SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Warga Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur hingga kini masih menunggu jawaban dari kontraktor proyek Engineering, Procurement and Constructions (EPC) 2, PT Inti Karya Persada Tekhnik (IKPT), terkait luapan lumpur dari Proyek Onshore Expoort Pipeline System lapangan Banyuurip, Blok Cepu.
Tokoh masyarakat setempat, Pambudi (45), mengungkapkan, warga menuntut pemberian kompensasi sebagai ganti rugi dari dampak luapan lumpur yang terjadi. Sementara jumlah ganti rugi belum ada kepastian karena akan ada rapat lanjutan dengan warga yang terdampak luapan lumpur lainnya.
“Apa mereka memperhatikan kalau banyak infrastruktur yang rusak karena dilewati oleh kendaraan berat,” tegasnya.
Dia menjelaskan, selama ini warga Kalianyar belum merasakan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT IKPT. Baik itu dalam bentuk tali asih, maupun program kesejahteraan rakyat lainnya.
“Cobalah mereka berfikir, kalau warga juga merasakan dampak dari kegiatan pipanisasi ini,” katanya.Â
Dikonfirmasi secara terpisah Humas PT IKPT, Ivan Tarigan, mengatakan, lumpur yang keluar adalah bentonite, dan kemungkinan bentonite tersebut masuk ke lubang tanah dan ke luar di permukaan. Itu tidak berbahaya karena bukan lumpur dari bumi seperti pada lumpur Lapindo.
“Tapi biasanya didiamkan sehari agak mengering, dan berikutnya tidak akan ke luar lagi,” sergahnya.
Dia menyatakan, tidak ada tuntutan apapun dari warga seperti kompensasi akibat semburan lumpur itu, karena pihaknya langsung memberikan penjelasan secara langsung kepada warga.
“Kalau kompensasi tidak ada ya,” katanya. (rien)