Sopir Truk Terlibat Sindikat Bajing Loncat

sindikat

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Salah satu tersangka Riswanto (48), warga Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Tajinan, Malang, yang juga sopir truk box warna putih dengan Plat Nomor B 9840 UEO pemuat berbagai macam produk PT Unilever adalah salah komplotan bajing loncat yang dibekuk Polres Tuban, Jawa Timur, Kamis (12/9/2013).

Kepada petugas, Riswanto mengaku kalau gaji dia sebagai sopir ekspedisi tersebut kurang. Sehingga nekat menjalin kerja sama dengan sindikat bajing loncat untuk membuat drama seolah kendaraan yang dia kemudikan mengalami pembajakan.

“Sopir truck Riswanto, ternyata juga anggota dari sindikat ini,” terang Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Wahyu Hidayat, kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (12/9/2013).

Hasil pemeriksaan dan penyelidikan, Riswanto saat itu mengemudikan truck bersama kernetnya, Anggi Tantu Ifasa (18), warga Malang. Dia meminta kepada teman-temannya untuk menghentikan laju truck dan bertindak seolah mengancam dia dan kernetnya. Tujuannya supaya kernet tersebut tidak mencurigai rencana yang sudah dia susun bersama komplotannya.

“Setelah dihadang, Riswanto juga disekap supaya kernetnya tidak curiga,” tegas Wahyu, mengungkapkan.

Baca Juga :   Ombak Besar Merenggut Satu Nelayan

Setelah disekap, Anggi kemudian diturunkan di jalan raya sekitar area masuk Kecamatan Jatirogo. Sementara Riswanto, meminta diturunkan di Desa Pasean, Kecamatan Jatirogo, dengan tangan terborgol serta mulut dilakban.

 “Riswanto meminta diturunkan ditempat ramai, supaya bisa cepat ditemukan oleh warga,” kata Wahyu.

Tujuan Riswanto terwujud. Selang beberapa jam beberapa warga menemukan dirinya dan melaporkan peristiwa itu ke Polsek Jatirogo. Kepada petugas, dia berbohong bahwa telah menjadi korban pembajakan dan bersikap seolah sedang mencari kernetnya.

Tapi sandiwara Riswanto dihadapan petugas sepertinya tidak mempan. Pasalnya saat dimintai keterangan di Mapolres Tuban, penyidik menemukan banyak kejanggalan dari keterangannya.

“Saat itulah kami yakin dia terlibat, kemudian kami memita Riswanto untuk memancing teman-temannya,” tutur Wahyu.

Sedangkan keterangan dari kernet truck Anggi, saat itu dia mengaku diturunkan dipinggir jalur pantura, namun dia lupa nama daerahnya. Setelah itu dia ditolong warga yang memberi ongkos untuk menumpang bus ke Malang.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Menparekraf Apresiasi Potensi Kerajinan Bojonegoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *