SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Musim kering yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ternyata tak hanya menyisakan cerita miris bagi petani. Di kawasan Tuban bagian selatan, beberapa petani justru merasa saat seperti ini merupakan waktu yang pas untuk menanam tembakau.
Sebagian besar petani yang saat ini menanam tembakau berada di sejumlah desa di Kecamatan Bangilan, dan Kecamatan Singgahan mengaku merasa untung. Karena, musim terik seperti ini sangat bagus untuk bertanam tembakau. Terbukti dengan bagusnya kualitas tembakau di lahan pertanian milik petani.
“Kalau kering seperti ini kita memang tanam tembakau, Mas,†terang Wariman (60), warga Dusun Punten, Desa Binangun, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Wariman mengatakan, dalam satu kali petik lahan seluas setengah hektar miliknya bisa panen hingga 5 kwintal. Dengan harga yang variatif, yaitu Rp3 ribu untuk satu kilo daun tembakau kualitas bagus, Rp2 ribu untuk kualitas sedang, serta Rp1.000 untuk daun tembakau sisa.
“Untuk sekali tanam (selama tiga bulan-Red) kita bisa memetik tembakau minimal tiga kali,†terang Sumiran, petani yang lain.
Itu artinya, dalam tiga bulan lahan setengah hektar bisa menghasilkan hingga 1,5 ton. Itupun di samping daun tembakau sisa yang masih bisa dimanfaatkan dengan harga yang lebih murah.
“Yang beli banyak dari pedagang Blora, Jawa Tengah, Mas,†terang Sumiran.
Meski begitu, tidak semua lahan pertanian bisa ditanami tembakau. Hanya lahan pertanian dengan tanah yang liat, kering, dan mampu menyerap air dengan baik. Karena tembakau akan busuk apabila terlalu banyak air. (edp)