SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Sedikitnya 187 ruang kelas  Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bojonegoro, Jawa Timur  mengalami kerusakan. Kondisi tersebut mengakibatkan proses belajar mengajar terhambat.
Data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro menyebut, Â dari 187 ruang kelas yang rusak itu terdapat 94 ruang kelas yang dinyatakan rusak berat, kerusakan sedang 78 ruang kelas. Untuk ruang kelas yang mengalami kerusakan ringan sejumlah 15 ruangan.
“Dari total 187 ruangan SMP di Bojonegoro hampir 65 persen rusak berat, sedangkan sisanya rusak ringan,†kata Yusman, Kasi Sarana SMP/SMA/SMK Dinas Pendidikan Bojonegoro, Kamis (19/8/2013).
Dia menjelaskan, ruang kelas SMP yang rusak itu tersebar di berbagai kecamatan di Bojonegoro. Diantaranya Kecamatan Kota, Ngraho, Balen, Kapas, Margomulyo, Gondang, Sekar, Sumberejo, Kanor, dan Kecamatan Kalitidu. Saat ini di Bojonegoro tercatat sekitar 100 lembaga pendidikan setingkat SMP, baik negeri maupun swasta.
“Data itu bisa saja bertambah,” imbuhnya.
Hingga kini belum semuanya lembaga pendidikan setingkat SMP yang memasukkan data profilnya ke Dinas Pendidikan, sehingga data yang ada saat ini masih sementara. Masih ada beberapa sekolah belum masuk data profilnya.
Dia menuturkan, untuk bisa memperbaiki kerusakan pada ruang kelas itu dibutuhkan anggaran sedikitnya Rp7,7 miliar. Meski, hingga kini belum jelas kapan proses rehabilitasi bangunan itu bisa dilakukan. (rien)