SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Pemkab Blora, Jawa Tengah, menyiapkan dana dari APBD setempat sebanyak Rp150 juta untuk penanggulangan bencana kekeringan di wilayahnya. Dana tersebut dipakai untuk droping air bersih bagi warga sejak awal bulan September 2013. Â
Menurut Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora, Sri Handoko, melalui Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Ignatius Ary Soesanto, anggaran sebesar itu diperkirakan hanya cukup untuk 1.000 tangki air bersih. Padahal jumlah desa/kelurahan di Blora yang rawan kekeringan mencapai sebanyak 185 desa, dan 12 kelurahan.
Sejak awal, tambah Ignatius, daerah yang rawan dilanda kekeringan itu terjadi di Kecamatan Jati, dan Kecamatan Ngawen. Dua wilayah ini sudah mengajukan permintaaan pengedropan air bersih di awal musim kemarau. Saat ini petugas sudah mengirimkan air bersih sesuai permintaan warga.
Daerah yang mengalami kekeringan diminta untuk langsung koordinasi dengan dinasnya dengan mengirimkan surat permohonan bantuan air bersih. “Bila ada permintaan kita tidak akan menundanya untuk melakukan pengedropan air bersih. Meskipun itu untuk desa yang sudah dilakukan pengedropan sebelumnya,” ungkap Ignatius.
Sesuai pengalaman musim kemarau sebelumnya, dengan banyaknya desa atau kelurahan yang mengalami kekeringan jumlah anggaran itu masih kurang. Oleh karena itu Pemkab mengajukan bantuan ke Pemprov Jawa Tengah, melalui  Bakorlin I Pati, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB) pusat.
Sedangkan dari Bakorlin I Pati sudah diterjunkan bantuan sebanyak 500 tangki berukuran 5.000 sampai 6.000 liter ke beberapa wilayah yang mengalami kekeringan.
“Minggu lalu kita sudah mendapatkan bantuan pengedropan air bersih ke beberapa desa di Kecamatan Kota,” jelasnya. (ali)