Operator Diminta Tak Hanya Urusi Ring 1

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro– DPRD Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meminta Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yang beroperasi di Bojonegoro agar memperhatikan bencana kekeringan yang saat ini melanda masyarakat di beberapa wilayah setempat.

“Operator migas harus memperhatikan kondisi masyarakat yang mengalami bencana kekeringan, jangan hanya desa-desa di Ring 1 saja,” tegas Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Syukur Priyanto, kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (19/9/2013).

Dia mengatakan, program Corporate Social Responsibility (CSR) bisa diarahkan pada pendistribusian air bersih untuk kebutuhan masyarakat, terutama di bagian selatan kota. Terlebih ada tiga KKKS yakni Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), Mobil Cepu Ltd (MCL), dan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.

“Sudah kewajiban mereka untuk ikut serta mendukung program pemerintah daerah mendistribusikan air bersih di beberapa desa yang kekurangan air saat ini,” tandasnya.

Sementara itu, Field Administration Superintendan JOB P-PEJ, Basith Syarwani, mengaku, tidak memberikan bantuan untuk program air bersih baik di Ring 1 Lapangan Sukowati maupun desa lainnya karena tidak ada permintaan bantuan.

Baca Juga :   Dorong BUMD Tangkap Peluang Proyek JTB

“Kami belum merencanakan program air bersih, karena memang tidak ada permintaan baik masyarakat maupun Pemkab setempat,” jawabnya singkat.

Terpisah, Vice President Public & Government Affairs ExxonMobil, Erwin Maryoto, melalui Media Relation, Jefrey Haribowo, mengungkapkan, MCL bekerjasama dengan BPBD dan Disnakertransos setempat untuk melakukan pendataan daerah yang mengalami kekeringan.

“Tahun ini MCL bekerja bersama pemasok setempat, menyediakan 528 tangki air masing-masing 5.000 liter ke 44 desa di Kabupaten Bojonegoro, bahkan Kabupaten Blora, dan Kabupaten Tuban,” tegasnya.

Dia menyampaikan, distribusi air bersih ini diharapkan akan membantu masyarakat tetap sehat, serta upaya mengendalikan penyebaran penyakit yang diakibatkan oleh air yang kurang higienis. Terlebih karena air ini biasa digunakan untuk mandi, masak, dan minum oleh masyarakat. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *