SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro- Pembakaran (well test) untuk pembersihan sumur 26 Pad B Lapangan Sukowati, Blok Tuban di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pada Minggu (15/9/2013) lalu, oleh Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) disinyalir telah membuat tanaman padi disekitarnya mati.
Samidi, (40), warga Desa Ngampel RT 3 RW 1, mengatakan, tanaman padi miliknya mati mengering akibat pembakaran tersebut. Bahkan padi tersebut baru saja dilakukan pemupukan dan mulai tumbuh seperti padi-padi disekitarnya.
“Saya sudah meminta pertanggungjawaban pihak JOB P-PEJ karena dampak pembakaran itu,” tegasnya.
Dia menjelaskan, luas sawah miliknya itu kurang lebih 2000 meter itu. Sawah itu berada persis disamping lokasi pembakaran. Akibat pembakaran tersebut dirinya tidak dapat mengolah sawah seperti biasanya dan terancam merugi.
“Waktu pelaksanaan saja masyarakat tidak diberitahu atau sosialisasi,” ujar Samidi dengan nada kesal.
Dia mengungkapkan, akan menuntut pihak JOB P-PEJ karena merasa dirugikan dan tidak peduli dengan nasib petani. Dia kemudian mengkakulasi, akibat pembakaran itu kerugian yang dialami sekira Rp 3 juta.
“Saya minta JOB mengganti kerugian ini,†tandasnya.
Terpisah Field Administration Superintendant JOB P-PEJ, Hananto Aji, ketika dikonfirmasi melalui telepon genggamnya belum memberikan konfirmasinya mengenai hal tersebut.(rien) Â