SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro- Memasuki bulan September 2013 ini sebagian besar wilayah Bojonegoro tidak diguyur hujan. Hal ini berdampak pada ribuan hektar sawah tak bisa diolah, bahkan petani membiarkan lahannya bero (tak ditanami). Â
Sedangkan sawah yang mengalami kekeringan tersebut berada di wilayah Kecamatan Gondang, Temayang, Kalitidu, Margomulyo, Ngraho, Padangan, Ngasem, Bubulan, Sekar, Kasiman, Kota, Kapas, Balen, Sumberejo, Boereno, Kanor, Sugihwaras, Tambakrejo, Trucuk, Dander, Malo, dan Kecamatan Sukosewu. Kebanyakan lahan sawah tersebut tidak lagi mendapat pasokan air dari Bengawan Solo maupun dari Waduk Pacal.
Sukirman (50),warga Desa Tretes, Kecamatan Temayang, mengatakan, karena saat ini musim kemarau dirinya membiarkan lahan sawahnya begitu saja.
“Air dari mana? Selama ini pengairan sawah dari curah hujan, kalau mengambil air dari sungai harus dengan mesin desel. Jelas akan menambah biaya yang tidak sedikit,†katanya di samping sejumlah petani lain, Jumat (20/9/2013).
Dia menuturkan, para petani akan membiarkan lahannya bero hingga 5 bulan ke depan sambil menanti musim penghujan datang. Ketika musim hujan datang mereka baru akan mulai menanam padi. Sedangkan sebagaian lahan yang kering oleh beberapa petani ditanami jagung.
“Saya memanfaatkan lahan perhutani untuk ditanam jagung, Mbak,” pungkasnya. (rien)